AES105 Ambyar
yulitjahyadi
Friday January 27 2023, 7:03 AM
AES105 Ambyar

Ambyar, kurang lebih seperti itu gambaran perasaan seseorang saat ekspektasinya berbenturan dengan realita lalu runtuh berserakan. Kemegahan yang terbangun tanpa sadar ketika membayangkan satu situasi dari luar, sirna seketika... seperti menguapnya mimpi begitu mata mulai terbuka. Frustasi, begitu kata hati yang kacau. Padahal ambyar dan sirna, tapi rasanya terjepit tembok, terkepung, tak bisa lari kemana. Mencari sebisanya celah-celah untuk mengembus napas amarahnya, agar tak panas dan pengap di sana. Ketika perlahan satu demi satu embusannya kian berwujud, kian merangkai kata-kata yang bisa dimengertinya sendiri, barulah bisa ia menarik napas panjangnya. Serupa menghamburkan ke luar segala kepingan-kepingan berantakannya, satu persatu ilusinya tersingkirkan, ruangnya pun kembali kosong. Tarikan napasnya menghadirkan satu demi satu kenyataan. Ia mulai bisa mendengarkan, ruangan itu perlahan melonggar menjadikan gema bagi suara-suara. Suara yang datang bukan dari dirinya. Kata-kata bersahaja yang menegurkan sekalian meluaskan pandangan. Ia tau api tak boleh disiram air kala berkobar menyala, karena itu berarti memusnahkan dirinya. Ia tau ia butuh menyingkir, agar percikannya tak melukai sesamanya. Ia tau sepoi angin adalah teman menunggu waktu keredaan baranya maka di situ lah ia berada. Tak perlu memburunya, cukup jadi semilir menyejukkan yang membuatnya tanpa sadar ingin menarik napas panjang lagi. 

You May Also Like