Di luar matahari sudah mulai tinggi. Saya sama sekali tidak berniat melakukan apa-apa. Saya hanya berbaring sambil sesekali melihat ke layar telepon genggam atau menyaksikan berita yang tidak terlalu menarik di televisi. Sudah lama saya tidak menonton TV, dan berita hari ini hanya seputar berita politik yang tidak saya minati, demikian juga berita-berita negatif lainnya.
"Kita tidak ada acara apa-apa, khan?" tanya saya pada Nina yang juga sedang tidak melakukan apa-apa.
"Kita cuma tunggu kabar dari 'Ncus." Jawab Nina.
'Ncus adalah teman kami sejak kecil, katanya jika memungkinkan kami akan makan siang bersama. Dia adalah seorang dokter tapi tidak aktif praktik, melainkan menjadi dosen di sebuah universitas negeri di Surabaya.
"Kemarin aku lihat ada tempat ngopi dan kalau minggu pagi bisa dapat soto juga." Kata saya
"Mau sarapan di sana?" Tanya Nina
"Ayo aja, deket kok, Kita bisa jalan kaki mungkin sekitar 3 menit ke sana." Jawab saya.
Kami tidak juga beranjak. Rasanya menyenangkan sekali menghabiskan pagi hari tanpa melakukan apa-apa, diam di penginapan tanpa harus memikirkan tanggungjawab maupun proyek-proyek perbaikan rumah. Sepertinya saya berhak menikmati hari tanpa harus memikirkan pekerjaan, tanpa harus dibebani tanggungjawab. Sudah sebulan lebih saya terus-menerus dibebani dengan urusan rumah, bernapas udara kotor yang diakibatkan asap mesin diesel yang digunakan untuk mengebor mencari air, Bahkan kami berdua akhirnya jatuh sakit dan terkena radang tenggorokan karena itu.
Nina akhirnya dapat tidur nyenyak setelah sekian lama menderita terbatuk-batuk di malam hari yang mengganggu tidur. Kemarin sahabat kecil kami, yang seorang dokter itu, memberi Nina sebutir obat antihistamin, obat alergi dan ternyata sangat cocok dan Nina akhirnya dapat tidur dengan nyenyak sepanjang malam yang sudah sekian minggu tidak dia alami.
Kami merasa berhak menikmati pagi dengan bermalas-malasan dan tidak melakukan apa-apa. Untuk pertama kalinya kami "berlibur" ke Surabaya, kota kelahiran Nina tanpa mempunyai agenda sama sekali. Semua kegiatan kami akan dilakukan secara spontan. Jika ada teman yang mempunyai waktu senggang dan bersedia bertemu, maka kami akan pergi. Jika tidak, kami akan pikirkan sesuatu yang akan kami lakukan. Itu pun jika kami memang ingin melakukan sesuatu. Kami juga tidak menyewa kendaraan, jadi jika akan pergi ke suatu tempat, kami akan berjalan kaki, atau nanti jika terpaksa, kami akan mencoba belajar menggunakan aplikasi gocar atau grab. Itu juga belum pernah kami lakukan. Liburan tanpa agenda ternyata menyenangkan dan dapat megembalikan semangat yang sudah mulai menipis karena terus menerus terkungkung kesibukan dan tanggungjawab.
Foto credit: flaticon.com