"Potong ya", Kata mas Aris sambil mengeluarkan sebuah kotak kue lapis yang saya bawa dari kota Semarang.
Saya tertawa sambil mengangguk. Pandangan saya terus keluar karena saat ini sedang turun salju, sangat tipis dan hampir tidak terlihat kecuali di atas penutup meja taman yang mulai penuh dengan bercak-bercak putih seperti ketombe. Matahari pagi ini tidak muncul dan langit berwarna kelabu. Ramalan cuaca memang menyatakan akan hujan dan berubah menjadi salju, tapi sangat amat tipis.
Sudah 2 malam saya di Colorado, melarikan diri dari kenyataan jika ada yang bertanya. 2 malam yang lalu Nina dan saya memberikan kejutan luar biasa ketika sambil mengendap-endap muncul di dapur tempat Kano bekerja diikuti rekan-rekan kerjanya termasuk para mahasiswa yang saat itu bekerja karena mereka semua ingin menyaksikan bagaimana Kano terkejut. Semua orang di tempat kerja memang sudah tahu bahwa saya dan Nina akan datang, tapi Kano sama sekali tidak pernah menyangka bahwa orang tuanya akan tiba-tiba muncul di belakangnya. Dining hall pada saat itu heboh karena keramaian yang diakibatkan terkejutnya Kano melihat kami sementara rekan-rekan kerjanya ada yang bertepuk tangan, tertawa-tawa dan sebagainya sementara para mahasiswa lain yang sedang makan terlihat bingung karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Kejutan pertama yang kami berikan pada seseorang. Yang pertama ini Kano yang menjadi korban.
Ini merupakan perjalanan saya yang pertama ke sini dalam rangka liburan. Sebelum-sebelumnya saya ke sini untuk benar-benar merantau. Saya memang ingin jeda sejenak dari kesibukan dan rutntas sehari-hari, apalagi akhir-akhir ini banyak peristiwa yang luar biasa menyedot energi dan pikiran, jadi akhir tahun ini akan menjauh dari itu semua.
Kedatangan kami memang agak dirahasiakan pada orang-orang tertentu. yang pertama memang Kano, yang kedua dalah host family kami, yatu David dan Mary Ann. Mereka berdua tidak tahu bahwa kami mengunjungi Fort Collins, sehingga ketika Kano akan ke rumah mereka karena diundang makan malam, kami menyampaikan ide untuk ikut.
"Grandma, is that okay if I bring my friends to dinner? I am hosting 3 friends."
Mary Ann tentu saja menyetujui dan ketika malam tiba, keikutsertaan kami teta dirahasiakan.
"Come on in, whoever you are!" Kata David.
Kano memang masuk terlebih dahulu dan berusaha menyibukkan mereka sehingga ketika kami berjalan ke pintu walau tirai jendela mereka terbuka, mereka tidak memperhatikan bahwa kami yang datang. Dan begitu David membuka pintu, opa-opa yang berusia 87 tahun itu ternganga tanpa mampu berkata-kata karena begitu terkejut melihat yang datang bukan teman-teman Kano melainkan kami berdua disertai mas Aris. Mary Anna bergegas memeluk kami sambil mengucapkan kata-kata terkejut karena tidak menyangka kami akan mengunjunginya. Sebuah kejutan yang sangat luar biasa diikuti dengan rasa canggung dari pihak Mary Ann karena beliau menyangka akan dikunjungi 4 orang mahasiswa yang kelaparan sehingga menyiapkan spaghetti meatball dan jumlah yang sangat banyak.
"I was about to make meatloaf, but when Kano said he would bring his friends, I decided to make spaghetti because I needed to feed a group of hungry college students." Kata Mary Ann dengan wajah malu.
Kami tertawa-tawa dan ternyata spaghetti meatball itu sangat enak sehingga saya yang selama berbulan-bulan selalu menghitung kalori untuk sejenak melupakannya dan makan 2 piring penuh hahaha.
2 kali kami memberi kejutan pada Kano dan keluarga David/Mary Ann dengan sangat sukses. Sayang saya tidak mampu menggambarkan wajah mereka ketika memberikan reaksi terkejut pada saat melihat kami.
"It's the best Christmas present I have ever had in my life." Kata Kano semalam ketika kami mampir sebentar membawakan makan malam. Hahaha.. Sukses!
Foto credit: releasetheape.com