Saya sedang memarkir kendaraan ketika telepon pintar saya berbunyi. Karena telepon ini tersambung ke kendaraan, seringkali saya agak kesulitan berbicara, jadi saya segera matikan, turun dari kendaraan dan menelepon kembali. Tercatat di telepon saya panggilan tadi berasal dari Braiden dining hall.
"Hi Jo. I think you have to send me few Indonesian dishes ideas to be considered for the special event next month." kata production chef di seberang sana.
"Of course. I will try to think about some dishes and will send you the link so you can take a look yourself." Kata saya.
Braiden memang akan mengadakan event khusus yang bertemakan Asia Pasifik, jadi mereka sedang mengumpulkan berbagai ide makanan dari daerah-daerah itu. Karena kebetulan ada karyawan dari Jepang, Philipina dan Indonesia, mereka berusaha memanfaatkan mereka untuk menyumbang berbagai ide makanan.
Tiba di kantor saya langsung sibuk berpikir dan mencari berbagai ide makanan yang selalu dapat dijumpai di kaki lima yang juga sekaligus membanggakan dan dapat mewakili kuliner Indonesia. Saya mulai berpikir makanan apa saja yang saya sukai tapi juga akan mudah direproduksi di sini karena keterbatasan pengadaan bahan serta juga harus memenuhi kriteria kesehatan, faktor alergen dan sebagainya. Jika hanya untuk disajikan di rumah sih tentunya akan sangat mudah karena kita tidak perlu mengkhawatirkan khalayak yang seringkali memiliki keterbatasan dan alergi terhadap jenis-jenis makanan tertentu.
Apa yang kemudian saya lakukan? Saya membayangkan sedang berjalan kaki dan mencari makanan di pinggir jalan. Apa yang membuat saya tertarik untuk mencoba? Kafrena saya bersalah dari kota Bandung, maka berusaha seolah-olah sedang berjalan kaki ke daerah-daerah tertentu. Lalu saya ingat ayam bakar, di Cisangkuy kalau malam banyak orang berjualan ayam bakar, jadi saya langsung cari link resepnya. dari sana saya berjalan kaki ke daerah lain seperti jaman mahasiswa dulu saya sering makan soto Betawi di seputaran jalan Sultan Agung. Nah soto betawi masuk ke daftar kedua. Lalu saya ingat juga sering makan nasi kuning di dekat GOR Saparua. Ide nomor 3! Apa lagi ya? Sop buntut! nah saya itu penggemar sop buntut apalagi yang dari Jawa Timur, dulu kalau tidak salah ada ibu-ibu tua yang mempunyai warung di jalan Tera. Nah saya masukkan sop buntut ke urutan nomor 4. Saya juga penggemar nasi goreng dan mie goreng. Nasi goreng kegemaran saya yang murah meriah itu di jalan Cendana kalau malam hari, dan mie goreng di jalan Sumatra. jadi lah itu ide ke-5 dan ke-6. Makanan indonesia sepertinya tidak sah kalau belum menyebut sate bukan? Maka saya masukkan sate madura di nomor urut 7. Even ini akan dihadiri kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi Amerika, tentunya mereka tidak hanya menikmati ayam dan sapi, jadi saya harus tambahkan menu yang tidak halal. Pilihannya adalah sate babi ala bali dan juga yang dipanggang. Nah itu sudah ada 9 ide. Saya ingin juga menu ikan. Pilihannya ikan bakar rica ala manado.
Memang saya tidak menyentuh rendang atau nasi padang. Bukan pilih kasih, tapi agak sulit menyampaikan ide ini karena segi praktisnya. Berapa lama memasak rendang? Bayangkan nasi Padang kalau tidak pedas.. repot bukan? Nah saya juga tidak mau sesudah selesai menikmati makanan Indonesia sebagian besar mahasiswa atau mahasiswi harus mengalami sakit perut karena kepedasan. Bisa kacau nanti. Saya saja yang orang Indonesia sesudah berlama-lama tinggal di sini tingkat toleransi saya pada makanan pedas semakin terbatas. Setiap kali makan nasi padang saya agak repot esok harinya karena ternyata perut saya sudah terAmerikanisasi sehingga tidak mampu menghadapi makanan pedas lagi. Nah sekarang bayangkan jika orang yang tidak terbiasa makanan pedas dan berempah, bisa-bisa esoknya Braiden kebanjiran protes karena banyak orang yang mulas-mulas hahahahaha..
Satu hal yang saya rasakan ketika "berpesiar kuliner" dalam angan-angan dan berusaha memilih jenis-jenis makanan yang saya sangat sukai, ternyata sangat menyenangkan juga sekaligus membanggakan. Bukan apa-apa, dengan berusaha memperkenalkan jenis kuliner tradisional Indonesia, justru saya semakin bangga dengan tanah air, juga kalau mau jujur saya jadi kangen makan di pinggir jalan! Hahahaha..
Foto credit: royalcaribbean.com