AES 1218 One Of The Fools Who Dream
joefelus
Friday October 18 2024, 10:16 AM
AES 1218  One Of The Fools Who Dream

Saya tidak mau ngeles lagi hari ini, apalagi @kak-andy sudah mengomentari hahaha...

Sambil menunggu para tukang tiba, dan karena saya tidak mempunyai alasan mengapa tidak menulis pagi ini, dan kebetulan saya hanya sendirian di rumah. Jadi saya duduk di meja makan, menyiapkan laptop dan menghidupkan speaker kecil dan mulai memainkan lagu-lagu kesukaan. Sampai saat ini belum tahu ingin menulis apa, tapi saya biarkan saja jari-jari ini menuliskan apa saja yang ada di dalam pikiran.

She smiled
Leapt, without looking
And tumbled into the Seine
The water was freezing
She spent a month sneezing
But said she would do it again

Here's to the ones
Who dream
Foolish, as they may seem
Here's to the hearts
That ache
Here's to the mess
We make

Lagu The Fools Who Dream mengalun dan membuat saya melamun, mengingatkan saya pada pagi hari yang dingin di musim gugur dan berjalan kaki sambil menikmati warna warni alam yang luar biasa.

She told me
A bit of madness is key
To give us new colors to see
Who knows where it will lead us?

Saya tersenyum. Saya ingat seringkali mempertanyakan diri sendiri mengapa melakukan hal-hal yang saya sedang lakukan saat itu. Seperti ketika berjalan kaki sambil merapatkan jaket karena hembusan angin yang dingin saya tidak pernah berhenti bertanya, mengapa saya mau melakukan itu. Why am I here? What am I doing? Itu pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah berhenti saya lontarkan pada diri sendiri.

Ketika kita sudah mencapai usia tidak belia lagi, ketika orang-orang lain sudah mapan dan mulai menikmati buah hasil kerja keras mereka seumur hidup, saya dilain pihak bersedia melepaskan semuanya lalu memulai lagi dari nol di tempat yang baru?

"Gila loe Jo! Dah tua, ngapain lagi loe ke sana? Mau kerja apa ntar?"

Itu komentar banyak teman-teman saya dulu. Bahkan petualangan saya yang pertama ditentang banyak orang, karena saat itu saya masih ditengah-tengah proses pembangunan rumah yang sekarang saya tempati ini. "Tunggu lah sampai rumahmu jadi, baru pergi."

Entah mengapa saya tidak menghiraukan itu semua, dan terbukti bahwa keputusan yang saya buat itu berakhir baik. Petualangan saya yang pertama terjadi hanya beberapa saat sebelum krisis moneter terjadi. Jika saya menunggu, seminggu kemudian walau saya menjual segala sesuatu yang saya miliki tetap tidak akan mampu membeli tiket ke Honolulu dan memulai salah satu petualangan terseru dalam hidup.

Yang kedua tidak tanpa banyak rintangan. Belum lagi pertanyaan besar yang menghantui adalah dengan usia saya, apakah bisa survive?

Cocok sekali dengan lagu yang sedang saya dengarkan ini:

She told me
A bit of madness is key
To give us new colors to see
Who knows where it will lead us?

Hidup harus berani menghadapi risiko. Sedikit kegilaan perlu kita imbuhkan dalam keseharian kita, dalam hidup kita. Kegilaan seringkali membuka kesempatan pada banyak hal yang tidak terduga. Mengambil resiko (tentunya dengan pemikiran yang matang) dapat menawarkan warna yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Itu yang saya rasakan, itu yang saya nikmati sambil berjalan kaki dalam cuaca dingin.

Ya, saya adalah salah satu the fools who dream! Tapi semuanya itu tidak hanya terjadi karena sebuah keputusan. Ada yang mengatakan begini:

Thousands of moments led up to this. Hundreds of decisions and actions. Millions of tiny thoughts and mistakes and blessings have brought where you are. And here is good.

Lagi-lagi saya tersenyum, I am where I am supposed to be!

Foto credit: psychologytoday.com