AES144 terganggu
innocentiaine
Sunday May 29 2022, 10:06 PM
AES144 terganggu

Raut wajahnya mendadak berubah, sorot matanya terlihat gelisah, terganggu, tak suka, sedih. Tampak sulit menerima dan memahami, kenapa orang perlu berkomentar atau menanyakan hal tersebut pada dirinya. Meski mengakui bahwa hal tersebut merupakan titik rentan dirinya, responnya menjadi defensif. Dengan nada sebal ia mengatakan bahwa sikap orang itu tidak pada tempatnya, tidak etis. Ketika titik lemah yang tergelitik, komentar satu orang saja terasa bagai sikap dari semua orang.

Ingin aku bertanya, apa sebenarnya yang membuat hal itu ia sebut sebagai titik lemah. Sejauh ini aku melihatnya baik-baik saja, seolah menerima hal tersebut apa adanya. Ternyata tidak demikian. Sulit untuk mengajak orang yang sedang terganggu untuk melihat dari sisi lain. Saat itu aku hanya bisa memberi ruang dan membahas hal lain yang netral. Selain tidak tahu apa yang harus dikatakan, tampaknya ia juga perlu meredakan pikir dan rasa yang sedang berkecamuk, agar tidak semakin meruncing dan menohok titik lemahnya.

Bisa jadi setiap orang punya titik rentan. Hal yang disadari sebagai kekurangan, kelemahan, kesulitan, dan dihindari karena belum dapat dihadapi. Bukan mengabaikan atau tidak mengakui bahwa hal tersebut perlu diatasi, jelasnya. Namun saat ini energi dan fokusnya tidak untuk itu.

Mencoba membayangkan kembali kejadiannya yang terasa seperti obrolan ringan yang ingin diisi dengan candaan. Tipis tak terasa ternyata batas antara bercanda dan mengolok. Atau karena merasa akrab, kenal dekat, jadi lupa menggunakan empatikah?

Di sisi lain sepertinya situasi semacam itu sangat wajar, dan dengan mudah terjadi di keseharian. Bahwa belum tentu ada niat dari orang tersebut untuk mengolok atau mencemooh. Kalaupun ada, tidak perlu marah, karena toh apa yang orang lain pikirkan dan katakan, bukan hal yang bisa kita kendalikan. Namun dapat dijadikan alarm untuk melihat ke dalam diri, kenapa merasa terganggu dan sebal? Mungkin dapat membuat diri bergerak, mengatasi atau menerima, hingga hal itu tidak lagi menjadi isu sensitif bagi diri.

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/kid-hiding-on-pillows-262103/

You May Also Like