Mata bunda menerawang jauh, seolah sosok yang sedang ia ceritakan ada di ujung pandangnya. Garis-garis sedih tergambar pada wajahnya. Semakin tergurat jelas dan keras saat menahan tangis. Bunda baru saja kehilangan seorang sahabat. Sahabat tempat berbagi cerita, sosok yang setiap pagi saling menemani saat berjalan bersama untuk berdoa di gereja. Bahwa kematian, kepergian dari dunia ini, dari keluarga dan orang-orang terdekat belakangan kerap menjadi topik perbincangan mereka, sungguh mengharukan. Bahwa mereka menikmati momen-momen indah saat bersama, sesederhana memperhatikan bunga yang baru berkembang di kebun rumah para tetangga, sungguh menyenangkan. Bahwa si bungsu kesayangan sahabatnya setiap pagi selalu turut bersiap dan menghantar kepergian mereka, melambaikan tangannya hingga keduanya berbelok mengikuti jalan dan tak lagi terlihat.. membuatku terpana
Mendengar ceritanya, aku terbawa merasa pedih. Bukan karena kehilangan sosok yang bunda ceritakan. Ah, jujurnya sahabat kesayangannya itu tidak begitu aku kenal. Sekadar sempat bertemu, meski banyak mendengar cerita tentang kebaikan hatinya, keceriaan pembawaannya, kehangatan sikapnya, kasih sayangnya, kelezatan gudeg buatannya.. Aku turut sedih atas kepergiannya yang tidak terduga dan memilukan. Turut mendoakan tenang dan bahagia beliau di alam sana. Namun pedih lebih terasa karena melihat bunda kehilangan teman baiknya satu demi satu. Hidup mati kita milik Tuhan. Dan di usianya ia memang perlu bersiap, demikian ia pernah mengatakan. Meski pengalaman kehilangan membuat gelisah, kutahu ia berusaha menghibur keluarga yang ditinggalkan. Karena itulah bunda, yang selalu hadir untuk orang lain. Tapi demikian pula caranya menguatkan dirinya sendiri. Ia membangun narasi terbaik untuk sosok-sosok yang dikasihinya. Seperti yang kudengar tadi. Tak ada penyesalan, hanya doa syukur atas keindahan persahabatan yang sudah terjalin, dan harapan terbaik untuk keluarga yang ditinggalkan. Yang menjadi penting bukan lagi keberadaan secara fisik tapi makna perjumpaan dalam hidup.
Dalam diam kulantun pula doa untuk kekuatan bunda dalam masa berdukanya.
Photo by Ivan Samkov: https://www.pexels.com/photo/a-close-up-shot-of-a-bouquet-of-easter-lily-flowers-on-a-grave-8963948/