Semua orang punya 24 jam setiap harinya. Dalam waktu tersebut, setiap orang tentunya punya banyak pemikiran berseliweran dalam benaknya. Hmm iya ya, jadi ketika bingung mencari gagasan untuk menulis, sebenarnya aku cukup menangkap satu butir saja pokok pikiran dari banyaknya pemikiran tersebut, kemudian mengaitkan dengan pengalaman diri, pemikiran lain atau pengetahuan baru. Seperti hari ini. Banyak hal terjadi dan banyak pemikiran dalam benak. Tapi ketika perlu menulis, masih saja bingung mencari gagasan. Jadilah kutarik yang paling mendasar bahwa sebenarnya setiap orang, termasuk aku, punya banyak pemikiran dari waktu ke waktu.
Pertanyaannya, apakah pemikiran2 itu disadari, dikenali, atau bahkan digali lebih jauh? Sederhananya, ketika mendengarkan pendapat orang lain saat berdiskusi atau membaca tulisan, tak jarang kita menemukan gagasan yang sama atau jejak pemikiran kita pada pemikiran orang lain yang dituang tersebut. Mungkin kalau dirunut atau dipetakan, mengapa pemikiran dia dapat diungkap dan dirangkai, sementara pemikiranku tidak tertuang, diam menyendiri dalam ruang benak yang tertutup, akan ada banyak faktor yang berpengaruh ya. Tak mengapa juga, mungkin suatu saat pemikiran itu mewujud dalam bentuk lain. Tapi baik juga untuk menyempatkan diri mencatatkan gagasan atau pemikiran yang muncul dari waktu ke waktu itu. Ibarat menyadari keberadaannya, lalu menyimpan rapi pada laci-laci kecil dalam benak. Mudah ditemukan kembali untuk digali, digenapi atau sekadar diungkapkan.
Ralph Waldo Emerson mengatakan bahwa yang membedakan orang genius dari orang biasa adalah niat dan kesediaan mereka untuk fokus, menggali 1 atau 2 hal saja yang menarik dalam pemikiran mereka.Β
Photo by Vie Studio: https://www.pexels.com/photo/crumpled-brown-paper-on-pink-surface-7006366/
Setuju banget dengan yang ini "menyempatkan diri mencatatkan gagasan atau pemikiran yang muncul dari waktu ke waktu."
Mantap ka Ine. ππΌπ