Bersyukur mungkin bagi banyak orang sudah otomatis dilakukan saat berdoa. Ada juga yang mungkin punya ritual khusus untuk hening dan mensyukuri berbagai hal di keseharian, atau mengisi jurnal syukur setiap hari. Bagaimanapun bentuknya, disadari atau tidak, hidup dengan penuh rasa syukur mengubah banyak hal. Mengingatkan pada berkat yang telah diterima, mengingatkan pada hal-hal penting dalam hidup, mengubah sudut padang terhadap situasi yang sedang dihadapi, membuat diri semakin bahagia. Bila diperhatikan, hal sederhana seperti mengucap terima kasih, tak hanya membuat orang lain gembira, tapi juga diri sendiri.
Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan kebiasaan. Dari beberapa film dan dokumenter Jepang, aku melihat satu kebiasaan menarik yang dilakukan orang Jepang. Mungkin hal serupa juga ada di negara atau budaya lain yang belum aku ketahui. Mereka yang menyukai budaya Jepang tentunya kenal dengan istilah Itadakimasu. Biasanya diucapkan sesaat sebelum mereka mulai makan. Awalnya aku kira sekadar ucapan selamat makan, seperti halnya Bon Appetit, Eet Smakelijk, Guten Appetit atau Have a Good Meal. Ternyata maknanya jauh lebih dalam. Terjemahan singkatnya, “Saya menerimanya dengan senang hati.” Namun lebih jauh, Itadakimasu terkait dengan prinsip-prinsip Buddhisme yang menghormati semua makhluk hidup. Jadi Itadakimasu juga merupakan ungkapan terima kasih kepada hewan dan tumbuhan yang menyerahkan hidup mereka untuk dimakan. Serta ungkapan terima kasih kepada semua orang yang berperan dalam menyiapkan makanan hingga sampai ke atas meja, seperti nelayan, petani dan koki. Kedua tangan ditepuk perlahan dan disatukan di depan dada, menundukkan kepala ketika mengucapkan, baru kemudian mulai menyantap makanannya. Kebiasaan ini semakin banyak didipraktikkan ketika Jepang menghadapi kehancuran akibat perang yang menyebabkan kelangkaan makanan pada pertengahan 1940-an. Semacam doa sekaligus ekspresi syukur mendalam atas makanan yang dapat mereka terima. Itadakimasu _/\_
Iya keren ini... Baru mengamati lebih detail saat nonton Midnight Diner sama The Road to Red Restaurant (Netflix). Bagus banget ya pemaknaannya. 🙏🏼