AES45 aki
innocentiaine
Saturday August 14 2021, 7:53 PM
AES45 aki

Saat berjalan pagi, neng melihat seseorang yang sosoknya mengingatkannya pada aki. Tubuhnya tinggi dan kurus. Berpeci hitam, bersandal jepit kulit dengan cara jalan yang khas.

Berpuluh tahun aki bekerja dengan setia. Pekerjaannya menyupir, mengantar nyah yang sibuk dengan berbagai kegiatan, dan anak-anak nyah, termasuk neng bersekolah. Saat tidak ada yang pergi kemana-mana, aki jarang terlihat diam bermalas-malas. Ada saja yang aki lakukan. Entah mencabuti rumput liar di kebun, atau menyapu pekarangan.. Kadang ia hanya membaca koran, tapi kadang ia melakukan hal menarik seperti memberi makan semut. Biasanya kalau ia punya remah-remah roti atau sisa makanan lain. Neng kecil suka ikut memperhatikan semut-semut berbaris, hilir mudik mengangkut makanan yang ditabur aki. Saat suasana hati aki sedang baik, sambil menyupir aki suka mendongeng tentang pengalaman masa mudanya, di masa pendudukan Jepang. Bagaimana kejinya para tentara Jepang saat itu, bagaimana ia mencari cara untuk menghindari patroli tentara, sambil menirukan beberapa kata yang masih ia ingat, macam ‘Bagero!’. Bila sedang tidak suka hati, aki bisa diam seribu bahasa. Menjawab seperlunya saat ditanya, dengan ketus pula. Bikin neng ikut kesal. Saat muda, tampaknya aki termasuk orang yang iseng, suka bercanda. Bila menyupir saat hujan turun, ia sering dengan sengaja melintas kubangan hingga menciprati pengendara motor atau pejalan kaki, sambil memasang muka lempeng. Bila ditegur, “Ih aki, kasian atuh..” ia hanya terkekeh-kekeh puas sambil memamerkan ompongnya. Tapi sebenarnya aki sangat baik hati. Ketika pulang sekolah, si neng yang ga punya uang saku suka kabita melihat teman-teman jajan. Bertanya pada aki, “Aki punya uang ga?” Akhirnya aki mengeluarkan koin yang ada di kantungnya, sambil berkata, “Jangan bilang nyah ya..” Ya ga lah ki.. bisa-bisa neng juga kena marah. Karena setia mengantar dan menjemput si neng, aki cukup terkenal di antara teman-teman neng. Beberapa teman tak sungkan untuk nebeng pulang sama aki. Perjalanan pulang jadi seru karena teman-teman bercanda sama aki. Si neng yang pemalu, bisa semakin dekat dengan teman-teman karena si aki.

Setelah matanya mulai menua, aki berhenti bekerja. Si neng sudah mandiri, nyah mencari supir pengganti. Tapi generasi selanjutnya cenderung terus bergerilya mencari pendapatan yang lebih besar. Tidak banyak lagi pekerja yang seperti aki, setia dan mensyukuri pekerjaan yang dimiliki. Komentar ayah saat mengobrol tentang aki, “Aki itu hebat, rajin, baik dalam banyak hal, kecuali nyupirnya..” Memang sebagai supir, kemampuan menyupirnya biasa saja, termasuk agak serampangan malah. Karena itu ayah bisa berkomentar demikian. Tapi jasa aki sangat besar buat keluarga mereka, kehadirannya memberi warna tersendiri bagi si neng.

You May Also Like