AES143 seimbang
innocentiaine
Saturday May 28 2022, 9:48 PM
AES143 seimbang

Terlintas saat melakukan gerak rutin pagi tadi, bahwa kita selalu berusaha mencari titik seimbang. Bila berhasil menemukan, biasanya hal itu tak lagi jadi sulit. Contoh paling kerap digunakan adalah belajar sepeda. Jadi sejak kecil sebenarnya sudah jadi mekanisme alami manusia. Ketika keseimbangan terganggu, segera terasa kesulitan. Kembali mengacu pada yoga pagi tadi, gerak sederhana macam tree pose menjadi sulit. Seketika muncul kesadaran bahwa ada sesuatu yang salah. Apakah belum fokus, belum tenang, atau mungkin hal-hal lain yang mempengaruhi.

Mencari keseimbangan ini terjadi pada semua aspek. Kadang terasa bahwa ada sesuatu yang salah, bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Namun, tidak mudah juga untuk mengetahui apa yang salah, yang membuat keseimbangan terganggu, yang berlebih atau malah kurang. Ah, lebih tepatnya mungkin menjadi sulit karena yang perlu dilakukan untuk menyeimbang adalah hal yang tidak aku sukai. Biasanya titik seimbang memang berada di tengah 2 ekstrim. Berlebih pada hal yang disukai, kurang karena menghindar yang tidak disukai. 

Apapun itu, perlu dicari ke dalam diri. Karena hanya diri sendiri jugalah yang dapat mengetahui dan merasakan ketika berhasil menemukan dan mengupayakan keseimbangan. 

‘In whatever form your dance finds expression in the world, the most important thing is to have balance within yourself.’ Sadhguru

Photo by Ali Karimiboroujeni: https://www.pexels.com/photo/a-man-balancing-on-a-field-6284716/

You May Also Like