Berjemur menikmati hari yang cerah, sambil menyapa rumput dan daun penghuni kebun. Berbekal sepotong roti dan secangkir kopi. Acoustic Alchemy mengalun seirama gemerisik daun yang dihembus angin, sesekali ditimpali kokok ayam di kandang sebelah. Just nice.. 
Dari sini kuluruskan pandang pada bentang langit biru yang luas, yang menjadi latar awan putih yang bergerak perlahan.
"Hai awan pagi, apa kabarmu.."
Berjumpa dan bermain dengan awan bisa sangat menyenangkan terutama saat jenuh dan sumpek. Coba saja, menengok sebentar ke atas. Si awan sedang menunggumu menyapa dan bermain dengannya. Hilir mudik tanpa suara mengikuti kemana angin bertiup. Biarkan ia membawa semua sumpek dan jenuh itu, menggantinya dengan kelegaan serupa yang ia miliki. Memandang awan membuatku turut merasa ringan. Mau tak mau aku selalu tersenyum saat menyapa dan menikmati bentuk-bentuknya. Kadang aku ikut bermain dengannya, menebak bentuk yang ia buat. Perlu cepat, agar tidak keburu berubah, menyebar atau menghilang. Bila hadir utuh, pikir dan rasa tidak bercabang, aku dapat membayangkan dengan cepat berbagai bentuk pada awan. Anjing pudel yang perlahan berubah lalu menjadi naga, pulau Kalimantan, sekawanan burung-burung kecil, selendang sutra putri kahyangan, atau seonggok bapao putih.. Kadang tidak ada bentuk tertentu yang terbayangkan, mungkin ingin hadir sebagai awan, apa adanya.. Tapi untukku tetap menyenangkan, tetap disyukuri.
Kalau teman-teman di SD yang sedang mempelajari tentang awan biasanya langsung mengaitkan bentuk dengan namanya, serta cuaca yang ditandai oleh bentuk awan tersebut. Mungkin mereka lalu bisa menjelaskan bahwa bentuk Cirrus ya memang seperti serat atau rambut, Cumulus ya memang artinya tumpukan, Stratus memang artinya lembaran atau lapisan. Belum kombinasi dari bentuk-bentuk dasar itu, seperti lembaran yang menggumpal, jadilah disebut Stratocumulus. Ada juga awan Cirrostratus, Altostratus, Cirrocumulus, Nimbus, Asperitas.. banyak sekali..
Aku membayangkan orang macam Luke Howard, The Godfather of Clouds, yang membuat klasifikasi awan ini. Pasti juga sering memandangi dan menyapa awan, memperhatikan bentuk dan posisinya, lalu dengan kacamata ilmiah mengamati perubahan cuaca yang kemudian terjadi, hingga dapat memberi kontribusi besar dalam dunia sains.. wow..
“It’s a part of nature that comes to us. Even from a window, the sky gives you the opportunity to shift your perspective and connect with nature without going anywhere.”
Wah, ternyata Kak Ine suka Acoustic Alchemy. Lagu-lagu mereka banyak yang dijadikan sweeper program KLCBS dulu ya..