Terpikat pada mandala yang ka Yanti berikan, aku penasaran dan bertekad untuk mencoba membuat sendiri. Yakin betul pasti bisa, aku mulai dengan selembar kertas A2, jangka, penggaris dan pena. Butuh waktu 5 malam hingga tuntas. Proses yang panjang, tapi ternyata jadi pengalaman pertama yang sungguh mengesankan. Mungkin karena belum tahu langkah yang semestinya, jadi prosesnya sungguh coba-coba dan semauku saja :D Setelah itu barulah aku belajar pada ka Yanti. Konsepnya sungguh sederhana. Dibangun dari lingkaran, bentuk eksak 360 derajat, tanpa awal dan akhir, yang dikembangkan dengan berbagai kemungkinan pembagian juring dan busurnya. Bentuk akhirnya meski seringkali tetap lingkaran, tidak menutup kemungkinan untuk menjadi bentuk lain.
Pertemuan pertama, percobaan pertama, pelajaran pertama itu ternyata memantik keinginanku untuk terus bereksplorasi. Selesai satu, ingin mencoba pola lain, ingin mencoba ukuran berbeda, ingin mencoba struktur atau pendekatan lain… jadilah menggambar mandala ini tantangan yang mengasyikan untukku. Ada titik awal yang pasti untuk memulai. Ini penting untuk aku, karena bukan termasuk orang yang bisa spontan memulai karya, ataupun hal lain, tanpa kejelasan awal dan arah. Ada struktur yang dapat aku ikuti, sekaligus bebas aku kembangkan. Menggores, membuat bentuk, mengisi lingkar demi lingkar dengan berbagai pola dari garis dan titik, menjadi perjalanan yang sangat aku nikmati. Seolah menyalurkan banyak hal dalam diri, tanpa perlu terlalu banyak berpikir. Ada banyak hal ajaib yang dijumpai dalam prosesnya, ataupun ketika memperhatikan hasil akhir. Banyak percakapan dengan diri, dan kerap menemukan kecenderungan diri yang kadang tidak disadari. Seperti pola yang cenderung rumit dan padat saat sedang banyak hal dalam benak. Atau bentuk-bentuk yang ketika diperhatikan serupa dengan rasa yang sedang dialami; seperti pola-pola menyudut, ruang-ruang kecil dan tertutup, atau sebaliknya bentuk-bentuk organik yang mengalir, ringan dan terbuka. Dengan kecenderungan diri yang perfeksionis dan terencana, menggambar mandala juga menjadi semacam terapi untuk terus mengalir dan tidak berpikir terlalu jauh. Karena sebesar apapun usaha untuk merencanakan dan membayangkan, hasilnya selalu berbeda dan di luar dugaan. Tapi selalu suka dan kagum sendiri juga sih 😊. Dalam hal perfesionisme, aku juga belajar untuk tidak terlalu terganggu dengan garis atau pola yang tidak sesempurnya yang diinginakan. Biasanya aku sangat mudah terganggu dan cenderung ingin mengulang saat salah menggores dalam menggambar. Ketika berterima, dan melanjutkan, ternyata pada akhirnya salah gores itu tidak lagi terlihat. Bahkan kadang perlu mencermati lagi, di mana garis yang salah tadi ya.. :D
Menggambar mandala bersama ka @Yantisuryanii7 dan beberapa kakak lain yang berminat, sempat berjalan intensif di semester lalu. Terhenti karena kesibukan akhir semester dan baru akan kami mulai kembali. Sangat menantikan kembali menggambar bersama, menemukan dan berbagi inspirasi, juga cerita tentang proses, temuan dan rasa yang tertuang. Yuk mari… 😊
"Kamu Ucing @yantisuryanii7, giliran kamu menulis AES!" ;D aku kena dari ka Andy, kejar ka Yantii ah.. pas sekalian cerita tentang bikin mandala bareng kakak..
Cara bermain ada di sini ya https://ririungan.semipalar.sch.id/smipa/group_discuss/57/ucing-aes
Waaahhh aku ucing hahahahaha seruuuu, ayoooo kita mainnn
haha ayo ka Yanti kita main ucing-ucingan :D smangaat..
Akhirnya... sesudah melalui penantian sekian lama
Siaaapp jadi ucing selanjutnya Pak Joey? 🤣
Sepertinya pak Joe ga akan bermasalah jadi Ucing, karena sudah setiap menulis AES setiap hari tanpa absen. Sudah jadi ucing dengan sukarela... 😁☝🏼
hahahaha.. Bener kak Andy.. saya mah kuncennya ucing! hahahaha
Hahahahah... kak yang ditag yang jarang nulis atau yg masih sembunyi. ngetag saya mah nanti teuteup weh saya lagi yg sendirian nulis.. ya khan @kak-andy? hahaha..
Hahahaha oohh iya yaa, nyarinya yang masih ngumpet. Oke deh Pak
heheh.. 'akhirnya' ya pak.. sama2 terima kasih pak, masih perlu belajar konsistensi nih sama pak Joe :D Betul pak, yang saya tag ka Yanti, guru saya.. hihi..