Konsep Merdeka Belajar yang diluncurkan Mentri Nadiem seolah membukakan pintu bagi semua yang dilakukan Smipa selama ini. Meneguhkan jalur yang diambil. Sekolah mendapat kebebasan untuk menentukan kurikulum yang digunakan. Antara tetap menggunakan K-13, atau memberlakukan Kurikulum Darurat, penyederhanaan dari K-13, yang ternyata telah digunakan oleh cukup banyak sekolah dan secara hasil terdata mengurangi lerning loss dengan cukup signifikan. Atau, pilihan ketiga adalah kurikulum yang dibuat oleh sekolah sendiri. Bahwa sistem pendidikan di Indonesia bisa sampai pada titik menyadari pentingnya penyesuaian materi belajar, kami sambut gembira, meski perlu dipicu oleh situasi pandemi. Paling tidak Smipa tidak lagi perlu merasa seperti bocah bandel yang bersikeras dengan caranya sendiri dan enggan mengikuti cara yang mereka tetapkan, cara yang sudah berlaku umum dan diikuti oleh semua yang lain.
Disadari pula bahwa kurikulum Smipa sendiri masih sangat kompleks. Situasinya sama, dengan adanya pandemi, materi belajar perlu disederhanakan. Perlu mencari esensi, materi yang benar-benar penting untuk dipelajari anak dari jenjang ke jenjang. Masih dengan kerangka holistik, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling terkait. Terasa menyegarkan, seperti melakukan decluttering, memastikan hal-hal yang sungguh penting dan spark joy untuk anak di setiap tahap usianya. Meski tidak mudah. Dengan perjalanan selama ini, sudah sangat banyak dan kompleks rangkaian, keterkaitan materi yang terpetakan. Bagaimana melepas satu hal yang memiliki kemungkinan berkait dengan berbagai hal lain. Sejauh mana cabang-cabang terkait dapat diangkat. Ketika berhasil menyederhanakan konsep dan pemikiran pun, saat memasuki ranah penerapan kerap terjadi perlu kembali menjabarkan dengan rinci, dan hal ini kadang membuat terasa kembali menjauh dari esensi. Sesungguhnya perlu percaya sambil terus membangun kakak-kakak fasilitator sebagai pelaksana. Yakin bahwa konsep sederhana ini akan jauh lebih berguna untuk anak-anak, terutama bila disampaikan lewat berbagai kegiatan menyenangkan dan terbangun mantap. Ibarat menata lapis demi lapis kue lapis legit, untuk menghasilkan kue lapis legit yang berkualitas.
Photo by Liam Bolduc: https://www.pexels.com/photo/photo-of-brown-train-railways-besides-green-plants-2417708/