Kemarin, dalam informasi yang disampaikan melalui grup WA orangtua Pramuka -yang diikuti si sulung- kami dikejutkan oleh berita sakitnya seorang kakak pembina. Bukan sakit biasa, melainkan serangan stroke. Kaget tentu saja, karena hari Sabtu dua hari sebelumnya, Kak Aje -demikian kami memanggilnya- masih membina anak-anak Siaga latihan Pramuka secara daring. Aku sempat mendengar suaranya yang penuh semangat seperti biasa. Tertawa-tawa, sembari memberikan tebakan untuk anak-anak.
Beberapa minggu sebelumnya, Kak Tony yang biasa membina anak Siaga terkena demam berdarah. Latsab sempat ditiadakan karena tidak ada pembina yang bisa mendampingi anak-anak. Sabtu kemarin Kak Tony sedang memeriksakan diri ke dokter, sehingga digantikan oleh Kak Aje di tengah kesibukannya yang cukup padat.
Kakak-kakak pembina Pramuka di Gugus Depan 19-20 memang luar biasa. Belasan, bahkan puluhan tahun mengabdi tanpa pamrih, mendampingi anak-anak berlatih setiap Sabtu. Bahkan, beberapa bulan sejak pandemi mereka mengadakan pertemuan daring untuk memfasilitasi anak-anak, meskipun kadang pesertanya kurang dari hitungan jari tangan. Seorang kakak pembina yang saat ini tinggal di Amerika pun menyediakan waktunya agar latsab bisa tetap terlaksana.
Untuk mengatasi rasa jenuh anak-anak selama pandemi, suatu kali diadakan kemping (pura-pura) di rumah masing-masing. Anak-anak membangun tenda di dalam rumah/pekarangan, mengadakan pertunjukan virtual yang ditonton bersama-sama, dan memasak sarapan sendiri. Seru! Kakak-kakak memantau via zoom yang diadakan beberapa kali. Dan, minggu depannya kami dikejutkan oleh kemunculan Kak Tony di depan rumah, membawakan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Berkemah. Rupanya semua anak yang ikut kemping di minggu sebelumnya mendapatkan emblem istimewa yang hanya bisa didapat jika mereka mengikuti Persami (Perkemahan Sabtu Minggu).
Sampai detik ini keadaan Kak Aje belum kami ketahui secara pasti, tapi kami akan terus berdoa untuk kesembuhannya. Dedikasi, cinta tulus tanpa pamrih, dan semangat kakak-kakak pembina telah menginspirasi kami semua. Anak-anak akan banyak belajar tentang arti pengabdian yang sesungguhnya.
kak Aje, kak Tony adalah senior-senior saya di Bandung 19. Saya kenal mereka secara dekat dan sangat menghormati mereka secara pribadi. GWS kak Aje ππΌππΌππΌ
Iya, kak. Kak Tony cerita, ia pernah 'menculik' Kak Andy dr rumah sewaktu kenaikan tingkat ke penegak. ππ