Saya memiliki kesenangan baru yang dimulai beberapa hari terakhir ini. Sesudah para pekerja landscape menuntaskan pekerjaannya, saya punya tugas baru yaitu menyirami tanaman. Tidak banyak tanaman yang saya minta sebab terus terang saja hingga sekarang saya belum memiliki ide bagaimana halaman saya ingin didisain, kecuali secara minimalis dengan batu-batu kerikil dan hanya beberapa buah tanaman yang langsung ditanam di tanah, sisanya saya nanti akan membeli pot gerabah yang besar dan akan memilih tanaman apa yang akan saya rawat.
Kemarin saya begitu bahagia, salah satu tanaman yang baru saya miliki bertunas! Sehari sebelumnya Nina terlihat begitu terhibur ketika menyaksikan saya menyirami tanaman itu dengan hati-hati, daun-daunnya saya siram air dengan lembut dan saya bersihkan dengan tangan, seperti orang sedang mengelus-elus.
"Ajak ngomong, Jo!" Kata Nina sambil tertawa.
Saya serentak ingat Kano waktu dulu masih kelas 1 SD di Smipa. Mereka berkebun dan saya tidak ingat mereka menanam apa, tapi mereka secara bergiliran menyiram, mendoakan, mengajak bicara bahkan ada yang menyanyi! Saya ikut tertawa dan dengan iseng saya ajak bicara, mengucapkan selamat datang dalam keluarga kecil ini dan semoga dia dapat bertahan sebab saya sangat buta dalam urusan tanaman.
Kemarin pagi saya berteriak dengan gembira dan memanggil Nina ke belakang dan menunjukkan sebuah tunas baru disela-sela diantara batang daun tanaman keladi sente hitam yang saya miliki. Memang salah satu daunnya terlihat mengering kemarin dan saya khawatir bahwa tanaman itu akan mati. Ternyata ada tunas baru. Saya begitu gembira. Ini perasaan baru yang belum pernah saya alami seumur hidup sebab terus terang berkebun bukan my thing!
Setelah selesai menyirami kebun, saya duduk sambil menikmati segelas teh panas dan kue kecil untuk sarapan. Sebuah pertanyaan mulai timbul dan ini perlu jawaban yang serius. "Am I nesting?"
"Nin, are we nesting?" Saya yang penasaran bertanya pada Nina.
"I don't know." Jawab Nina mengambang. Saya yakin pertanyaan itu juga akan perlu dia jawab.
Nesting atau bersarang dapat berati bahwa kita memilih sebuah lokasi dan mengubahnya menjadi sebuah tempat yang nyaman, mengembangkan rasa kebermilikan, dan tempat dimana kita membangun stabilitas emosi dan fisik yang sehat.
Ini sebuah pertanyaan yang sangat berarti dalam hidup saya, sebab selama ini saya belum pernah berusaha untuk itu. Rumah yang sedang saya perbaiki ini mulai dibangun dari nol 28 tahun yang lalu. Ketika proses pembangunan baru mencapai 75%, kami harus tinggalkan sebab kami pergi merantau selama sekitar 10 tahun lamanya di Hawaii. Ketika kami kembali dari rantau, perbaikan rumah besar-besaran dimulai. Gedung yang dibangun 10 tahun yang lalu ini sama sekali jauh dari layak untuk ditinggali, terlebih lagi saat itu Kano masih balita. Membutuhkan waktu lebih dari setengah tahun untuk perbaikan hingga kami mulai masuk menempati rumah ini.
Entah mengapa, selama kami tinggal di rumah ini, kami tidak pernah membeli peralatan dan perabot rumah yang bermutu baik yang tentunya akan bertahan selama hidup. Tidak, kami memilih barang-barang yang sederhana dan yang tidak akan bertahan lama. Pada saat itu kami merasa rumah ini hanya untuk sementara. Semua barang-barang yang kami miliki seperti lemari dan sebagainya hanya terbuat dari particle block murah yang jika kena air sedikit saja akan hancur.
Benar saja, kami hanya tinggal selama 8 tahun. Rumah ini kembali kami tinggalkan. Perasaan yang melekat selama 8 tahun, bahwa kami hanya akan tinggal sementara waktu itu, sangat benar adanya. Kami pindah lagi merantau, kali ini ke Colorado.
Selama saya berkeluarga, belum pernah menciptakan rumah yang kami tempati dengan benda-benda yang ingin kami miliki selamanya. Kursi-kursi yang kami miliki kebanyakan kursi lipat yang bisa kami berikan pada orang lain atau donasikan ketika sudah tidak diperlukan lagi. Di Hawaii demikian, juga di Colorado. Banyak sekali barang-barang yang kami tinggalkan karena semua itu hanya "sementara". Meja belajar dari bahan sederhana yang dibeli di dalam doos lalu dirakit sendiri di rumah hanya dengan sebuah obeng, itu yang selama bertahun-tahun kami miliki. Tidak heran, ketika kami pulang ke Bandung, rumah kami tidak memiliki apa-apa, kecuali tempat tidur. Nah jadi teman-teman mengerti sekarang jika saya katakan pada saat ini saya masih kemping. sebab rumah saya kosong dan tempat tidur saya ada di lantai.
Berapa lama lagi saya akan menikmati dunia ini? Itu pertanyaan yang paling mendasar. Selama ini saya selalu menganggap waktu dan tempat saya tinggal, bermukin, itu hanya sementara. saya tidak melekatkan diri pada benda-benda yang saya miliki. Tapi untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mungkin malah seumur hidup, sejak saya dilahirkan, saya mulai ingin sesuatu yang baik. Sumur, saya menyuruh orang mem-bor hingga 100 meter lebih, dulu saya cukup puas dengan sumur gali walau sudah mulai terkontaminasi, jika kehabisan air saya bisa "mengangsu" atau numpang mandi. Toh hanya sementara! Meja kerja yang dulu hanya dari particle block, kali ini saya pesan langsung dari Jepara, membutuhkan waktu lama untuk tiba, dan sekarang sedang saya gunakan untuk menulis. Kondisi fisik rumah saya perbaiki dengan barang-barang berkualitas, saya bangun 2 canopy agar saya tidak kehujanan dan agar garasi tidak tergenang air karena ada void diantara dapur dan garasi. Bahan canopy pun harus yang bertahan lama, dari material yang sangat baik. Saya mulai memesan lemari, mulai mempunyai kebun, bahkan akan saya hias dengan lampu-lampu yang baik, tanaman yang baik. Dan lain sebagainya.
Apakah saya sedang menciptakan nest? Tempat saya untuk sungguh-sungguh menetap? Ini adalah sesuatu yang baru yang belum pernah saya lakukan. Saya memang berhasil menciptakan home, tempat tinggal dimana saya merasa nyaman, betah, menikmati kehangatan keluarga dan sebagainya. Tapi saya tidak pernah berniat untuk menetap. Ini rencana yang belum pernah saya niati, dan belum pernah saya alami. Semuanya sementara!
Apakah saya mulai mengumpulkan benda-benda bagus, memperbaiki rumah dengan kualiatas baik karena saya sudah mulai memikirkan untuk berhenti bertualang? Apakah saya sudah lelah dengan kesementaraan? Apakah sekarang saya mulai memikirkan untuk beristirahat dan mulai menikmati sisa-sisa waktu di dunia ini? Apakah saya ingin menetap? Apakah saya nesting?
Saya tidak tahu. Tapi saya tetap ingin menikmati kehangatan keluarga, saya ingin berada dimana saya tidak ingin kemana-mana, saya ingin berada di tempat yang nyaman dan merasakan mencintai dan dicintai, saya ingin tidur dengan nyaman tanpa khawatir akan hari esok, saya ingin istirahat karena tidak tahu lagi kapan semuanya ini akan berakhir. Mungkin saya mulai nesting, membangun sarang yang nyaman, tapi jiwa petualangan saya tidak pernah padam. I am up to anything that bring my life to live to the fullest!