Sekian tahun mengawal penerapan Pembelajaran Holistik di Semi Palar, sejak 20 tahun silam. Bergerak dari jenjang ke jenjang sejak tahun pertama jenjang TK di tahun 2005, SD kelas 1 di tahun 2006 dan seterusnya. Berjalan sampai Semi Palar merintis jenjang SMP di tahun 2012 dan KPB di tahun 2015. Demikianlah prosesnya berjalan.
Dalam prosesnya, kami terus merancang, menata dan memperbaiki penerapan Kurikulum Holistik di semua jenjang - sejalan dengan membangun sistem kerja dan segala tata kelola lembaga yang sejalan dengan waktu semakin lama semakin kompleks. Tidak terasa kita sudah berada di penghujung Tahun Pendidikan ke 21. Rumah Belajar Semi Palar memasuki tahapan tumbuh kembang Tujuh Tahun ke Empat. Tahapan di mana sebagai sebuah kolektivitas individu, Semi Palar semestinya sudah ada di tahapan penemuan diri, ajegnya identitas dan karakter yang akan dibawa ke perjalanan di masa mendatang. Terasa betul, Rumah Belajar sebagai sebuah kolektivitas individu, kami terus belajar dan memang tidak pernah berhenti belajar.
Di titik ini, dengan berbagai prosesnya, muncul kembali pertanyaan mendasar, pertanyaan yang esensial di bawah ini :
Apa yang secara mendasar berbeda saat anak belajar
di dalam proses pembelajaran holistik -
di Rumah Belajar Semi Palar
dengan proses belajar di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lain?
Pertanyaan ini tidak langsung muncul di proses awal kami merintis Rumah Belajar Semi Palar. Sejujurnya kami baru merefleksikan hal ini saat mengamati dan berinteraksi dengan teman-teman alumni Semi Palar - secara spesifik alumni KPB. Teman-teman yang mengikuti proses pembelajaran holistik sampai proses akhir mengalami berbagai proses pembelajaran yang diterapkan di KPB. Pertanyaan reflektif ini muncul sebagai bagian dari belajar memahami utuh apa yang terjadi dalam diri anak-anak kita selama berproses menumbuh kembangkan dirinya melalui proses yang holistik.
Photo by George Milton: https://www.pexels.com/photo/book-volumes-placed-on-wooden-table-7034648/