Sudah beberapa waktu, ada masalah teknis di Ririungan, terjadi sejak server yang menampung Ririungan juga beberapa situs web di Smipa mengalami masalah karena nyaris terlalu penuh. Tidak pernah diduga sebelumnya, tapi ternyata ini disebabkan mekanisme kerja beberapa aplikasi yang terus menyimpan data hari demi hari sehingga memenuhi kuota yang tersedia.
Sejalan dengan rencana mengaktifkan aplikasi baru, Semi Palar memutuskan untuk mengupgrade kapasitas servernya ke kapasitas yang lebih besar. Hal ini sudah dilakukan. Entah kenapa muncul masalah di platform Jamroom - di mana sistem Ririungan ditampung. Bukan masalah besar, gambar-gambar tidak tampil. Tapi ternyata ini dampaknya besar setidaknya bagi saya dan mungkin juga pengguna lain.
Manusia memang makhluk visual. Jadi gambar itu punya peran penting. Bayangkan teman-teman mengakses website tanpa ada tampilan visual gambar, warna atau lainnya. Jadinya tidak menarik. Seperti baca makalah atau laporan ilmiah. Garing. Ga seru, ga menarik. Jadi seperti sayur tanpa garam. Hambar. Kontennya ada, bervariasi, tapi terasa cemplang. Kurang berwarna, kurang pol.
Bagi saya ini jadi alasan besar juga untuk tidak menulis. Entah kenapa saya jadi enggan menulis. Parah ya. Tapi ya begitulah adanya. Jadinya saya mencoba menuliskan tulisan receh ini. Setidaknya mencoba tetap menulis. Dan setidaknya mencatatkan juga ada pengalaman seperti ini di Ririungan Semi Palar. Saya mengapresiasi @murdeani yang justru lagi getol menuliskan, tanpa banyak terpengaruh. Tulisannya juga keren-keren. Sebetulnya sangat nyambung dengan apa yang sedang banyak dipikirkan.
Eniwei, semoga Ririungan segera bisa pulih kembali. Tim teknis masih berkoordinasi dengan para pengembang platform Jamroom, lewat konsultasi teknis yang tersedia. Semoga tidak makan waktu lama. Salam.