AES920 Perang
Andy Sutioso
Friday March 13 2026, 9:34 AM
AES920 Perang

Hari kamis kemarin membawakan Gelar Griya sebelum masuk ke jeda menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di pertengahan Maret ini, masih cukup banyak rekan-rekan orangtua yang ingin mengenal Semi Palar lebih dekat. Hadir juga satu orang mahasiswa UPI - baru semester pertama, yang ternyata menaruh perhatian dan minat besar terhadap Pendidikan Holistik - sebagai salah satu alternatif model pendidikan. 

Salah satu bahasannya adalah tentang 5 aspek holistik di Semi Palar. Antara kecerdasan (olah pikir) dan nurani (olah rasa). Saya sering mengambil contoh, pertanyaan yang muncul dari teman-teman di Semi Palar, "Kak Andy, kalau manusia itu pinter, kenapa kok membuat senjata?" Nah... Pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Kalaupun sekarang kurang lebih paham bahwa ini terkait dengan tingkat kesadaran manusia, tidak mudah tentunya menarasikannya untuk dipahami oleh teman-teman di jenjang SD. Kesadaran, sebagaimana kita sadari dan alami, adalah sesuatu yang abstrak, terutama bagi kita yang selama ini hanya dijejali berbagai kemampuan olah pikir di dalam proses pembelajarannya. Olah rasa, ruang batin, kesadaran adalah salah satu hal penting - bahkan fundamental yang tidak terjamah di dalam berbagai ranah pendidikan yang ada.

Beberapa waktu lalu @gunawan-muhtar sempat menulis tentang Perang dalam kacamata Spiritual. Saya juga sempat menulis tentang perang saat invasi Rusia ke Ukraina berlangsung beberapa tahun lalu. Tulisan saya yang terakhir adalah juga tentang Menuju Tata Dunia Baru. Semuanya saling terkait, dan saya kira semua ini terjadi dalam konteks transisi kesadaran yang lebih besar - yang disebabkan oleh siklus semesta yang sedang berjalan. Siklus ini, tentunya tidak banyak disadari, karena saat ini tingkat kesadaran kolektif manusia ada di dalam titik terrendah. Sangat materialistik. Jadi yang terlihat dan jadi pengalaman langsung, itulah yang ada dalam alam pikir manusia. Tingkat kesadaran yang rendah itulah yang membuat kita melihat berbagai situasi peradaban hari ini. Perang, sebuah bencana kemanusiaan, bencana alam yang dipicu apa yang dilakukan manusia terhadap alam lingkungannya. Bencana sosial, ruwetnya perpolitikan dan segala apa yang kita saksikan hari ini. 

Akhirnya semua ini disebabkan oleh tarik menarik, antara kesadaran dan ketidak-sadaran. Mungkin hal inilah yang dijadikan judul video di bawah ini : The War for Consciousness. Menarik untuk mencermati narasi pembuka dari video di bawah ini. Saya coba tuliskan di bawah ini : 

Something ancient is unfolding beneath the chaos of the world.
You can sense it - a subtle yet undeniable movement beneath the politics, beneath the markets, 
beneath the endless stream of headlines.
The stage you see before you is not the true battlefield. The real war is spiritual. 
It is not fought with weapons, but with ideas, emotions and vibrations.

And it has already begun. 

The so called "elite" are not merely the wealthy or the powerful in the material sense.
They are the custodians of ancient knowledge, those who understand the architecture of consciousness
and use that understanding to shape humanity's collective perception
...

Yang jadi tantangan kita semua saat ini adalah menjaga vibrasi frekuensi kesadaran dalam diri kita, dan percaya pada proses yang berjalan. Segala kekacauan ini tentunya membuatnya menjadi lebih sulit - tapi salah satu hal mendasar dari kesadaran kita adalah kepercayaan bahwa semesta telah mengatur segala sesuatunya - dan kita menjadi bagian darinya. Salam. 

Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/black-smoke-coming-from-fire-417070/