Saya duduk di samping, di meja terakhir di sebuah cafe, dibatasi oleh partisi besar berupa balok balok putih berukuran 5x10cm. Di salah satu ruangan terbuka ada sekelompok mahasiswa yang sedang belajar untuk ujian yang akan segera mereka hadapi. Nina ada di sana, mendampingi mereka. Saya? Saya hanya duduk menghadapi laptop menulis esai untuk hari ini yang baru saja selesai sambil menikmati segelas besar es kopi.
Ini kegiatan yang sudah sangat lama tidak saya lakukan. Duduk di cafe sambil mendengarkan musik dan merenung atau menulis. Beberapa bulan terakhir saya terlalu sibuk dengan rutinitas memperbaiki rumah. Hari ini tidak ada pekerja, jadi saya tidak harus diam di rumah. Bosan di rumah terus walau sebetulnya tidak nyaman juga keluar rumah karena harus menghadapi lalulintas. Ini perasaan baru yang tidak saya sukai semenjak kembali ke Bandung. Rasa tidak nyaman di jalan dan tidak lagi bisa menikmati saat-saat mengemudi kendaraan.
Banyak hal yang saya merasa kehilangan sejak pindah domisili. Saya kehilangan kenikmatan berkendara sambil mendengarkan musik dan menikmati pemandangan. Di sini sekarang saya harus konsentrasi penuh, dada berdebar-debar karena banyak pengemudi yang sakti. Seperti tadi pagi saya sedang berbelok ke kanan ke utara di daerah dago, tiba-tiba ada pengemudi motor dari sebelah kanan yang memotong kendaraan saya untuk bergerak lurus. Jika saya tidak menginjak rem, entah apa jadinya pada mereka itu. Entah mereka itu berani atau memang tidak menghargai keselamatan diri? Konyol sekali.
Duduk di Cafe yang sunyi sambil menulis itu juga sangat langka. Mungkin karena saat ini para mahasiswa masih berlibur sehingga saya dapat menemukan tempat untuk menikmati kopi dan menulis sambil mendengarkan musik. Ah, ini sesuatu yang sangat menyenangkan.
"MJ bilang halaman belakang rumah loe dah kaya Cafe." Kata salah seorang sahabat saya kemarin.
"Hahaha.. MJ tukang ngadu ya?" Jawab saya tanpa mengiyakan apa yang dia katakan.
"Khan tidak ada rahasia diantara kita." katanya lagi sambil menambahkan emoji tertawa.
Tapi jika dipikir benar-benar, yang dikatakan MJ ada benarnya juga. Bukan kaya cafe-nya, tapi saya memang sedang sungguh-sungguh berusaha menciptaan tempat yang nyaman. Akan sangat menyenangkan jika saya dapat menikmati saat hening dan damai untuk melakukan apa yang saya sukai. Saya tidak menciptakan suasana cafe, tapi sedang menciptakan sanctuary, tempat saya bisa dengan nyaman menjadi diri sendiri.
Paduan alat musik, saxophone, drum, piano dan bass dengan indah dimainkan oleh Lou Donaldson Quartet. Autum Nocturne, itu albumnya. Musik-musik kompilasi yang saya miliki yang bertemakan musim gugur atau musik yang sangat nyaman dinikmati di musim gugur mengalun melalui seperangkat earbuds yang saya gunakan untuk mengurangi kebisingan di luar. Sekarang memang sudah musim dingin, sejak 2 minggu yang lalu. Tapi saat ini tidak ada bedanya sebab di Bandung tidak ada musim gugur, bahkan di musim penghujan saja, semalam masih terasa gerah bagi saya. Tubuh saya masih mengeluh karena belum juga mampu membiasakan diri secara total dengan kondisi cuaca Bandung. Semalam walau hanya sekitar 26 derajat Celcius tubuh saya basah kuyup karena keringat dan kulit terasa sangat lengket. Tidak menyenangkan!
Saya kehilangan duduk di sudut remang-remang dengan segelas minuman sambil mendengarkan sekelompok orang memainkan alat musik, mengalunkan komposisi jazz yang saya sukai. Tidak perlu mengeluh dengan kondisi cuaca, karena ruangan sangat nyaman. Di luar boleh saja dingin menggigit kulit, tapi di dalam saya bisa duduk nyaman karena ada penghangat.
Tapi itu sudah lalu. Bukankah kemarin saya menulis: "be more present for the universe inside you."? Nah sekarang saatnya praktik, bukan hanya obrolan kosong melulu. Saya harus menikmati yang ada saat ini, in the present, bukannya mengeluh tentang yang tidak ada, sebab itu semua sama sekali tidak relevan. Saya lalu memejamkan mata, menarik napas sejenak dan kembali mendengarkan musik yang dialunkan oleh Lou Donaldson Quartet. Saya langsung seolah-olah menikmati sudut cafe remang-remang dengan alunan musik indah sementara di luar berhembus udara dingin menggigit. Autumn Nocturne!!! Sekarang saya bisa berada di mana pun, walau hanya di dalam angan-angan.
Foto credit: scoreexchange.com