AES 375 Istana
joefelus
Thursday June 2 2022, 11:29 AM
AES 375 Istana

Pulang kerja saya iseng duduk di depan TV sambil memegang remote menekan-tekan tombol untuk melihat stasiun TV apa saja yang menarik. Berhenti sebentar menyaksikan film yang sedang diputar, lalu pindah ke stasiun lain karena mulai bosan. Dari sekian banyak acara di TV tidak ada satupun yang menarik perhatian, kalaupun ada yang bagus, saya sudah menyaksikannya berkali-kali. Akhirnya saya biarkan TV menanyangkan salah satu film dan saya mengalihkan perhatian pada HP.

Ada yang menarik perhatian di HP, sebuah castle (Puri?Istana?) dipasarkan dengan harga 3.5 Juta Dollar. Puri 3 lantai itu berusia 133 tahun dibangun dari batu lava yang tebal, memiliki 8 kamar tidur, 10 kamar mandi dan garasi yang cukup untuk 7 mobil. Memiliki lantai kayu yang terlihat modern demikian juga dapur, kamar tidur dan ruang duduk dengan sebuah perapian yang sangat indah.

Kalaupun saya memiliki uang cukup, tidak ada sedikitpun keinginan saya untuk memiliki puri itu walau letaknya hampir di tengah kota di Denver, saya lebih menyukai rumah kecil yang hangat di desa yang asri, tenang tidak ada kebisingan kendaraan dan halaman yang cukup luas serta tidak berdempet-dempetan dengan tetangga. Itu rumah ideal yang saya impikan. Dulu ketika saya diberi keberuntungan memperoleh sebidang tanah di luar kota Bandung, saya begitu semangat karena tanah itu dulunya merupakan bagian dari kebun yang sangat luas. Saya dapat memandang sawah dan pegunungan. Rumah belum selesai saya sudah harus pergi merantau, tidak tanggung-tanggung 10 tahun lebih. Ketika pulang saya begitu terkejut karena rumah yang sengaja saya bangun menghadap sawah dan pegunungan, kemudian berubah total. Pemandangan itu menghilang dan tertutup sekian banyak bangunan sehingga sawah tidak terlihat lagi dan pegunungan mulai terhalang. Sia-sia saya membangun teras di lantai 2 yang tadinya ingin saya jadikan tempat untuk beristirahat duduk-duduk menikmati pemandangan. Daerah sekitar saya menjadi sangat padat. Mimpi saya untuk tinggal di kampung yang jauh dari keramaian hilang sudah!

Istana atau puri yang barusan saya lihat hanya pencetus saja. Waktu kecil bangunan seperti itu buat saya hanya di negeri dongeng yang biasa saya baca di cerita-cerita anak-anak Hans Christian Andersen. Itu hanya dongeng dan tidak pernah sekalipun ingin hidup di sana karena sejak kecil saya lebih suka halaman yang banyak pohon buah-buahan. Nikmat sekali bermain di pohon dan kalau lapar tinggal petik buah kedondong, jambu, atau mangga bahkan saya senang makan pisang dari pohonnya hahahaha.. Kalau dipikir-pikir tetangga saya pasti dulu jengkel sekali sebab ada codot yang bisa mengupas pisang. Makan pisang dipohon dengan mengupas lalu mengambil isinya lalu turun memang seru walau rasanya seringkali sepat karena masih banyak getahnya. Namanya juga anak-anak! Kedondong paling enak kalau dipecahkan dengan menjepitnya di pintu! Kalau ada yang pernah melakukan itu, saya yakin sependapat hahaha.. Ya, saya lebih suka rumah mungil dengan kebun daripada istana sebagus apapun. Rumah mungil kalau penuh kehangatan dan mendekatkan dengan keluarga akan lebih membahagiakan dan itu akan menjadi istana yang sesungguhnya.