Kemarin, aku diwawancara oleh sekelompok anak kuliah semester 2 di President University jurusan FiKom. Awalnya aku sempat di chat oleh salah satu timku, katanya ia ada tugas perlu mewawancaraku mengenai leadership dan membangun sebuah komunitas. Aku tidak berpikir lama, langsung aku terima karena terlihat dia sangat membutuhkan ini untuk tugasnya. Katanya dia akan mengabariku lagi nanti, mengenai waktu wawancaranya.
Nah kemarin, dia chat dan bilang akan mewawancaraku, awalnya dia minta siang tapi karena tidak bisa, akhirnya kami janji akan melakukan wawancara di malam hari. Aku kira wawancaranya akan kita lakukan berdua saja, ternyata banyakan dong. Jujur aku panik dan kaget juga, rasanya ga siap untuk diwawancara dan ditanya2 dengan lebih dari 5 orang. Sekarang aku sadar, kenapa dari dulu kalau wawancara dilarang berkerumun sama kakak, karena narasumbernya jadi merasa terintimidasii seperti yang aku rasakan.
Tapi mau tidak mau aku harus bisa, aku harus melawan rasa takut dan panikku. Awalnya kita kenalan dulu, dan kebanyakan dari mereka itu diem ajaa, jadi aku sendiri merasa sedikit canggung, aku berusaha mencairkan suasana, tapi hanya 1 2 orang saja yang merespon, sisanya diem gitu. Bener-bener paham sekarang rasanya kalau nanya narasumber banyakan ga enaknya kayak apa, apalagi kalau banyakan dan diem semua HAHAHA
Aku ditanya beberapa pertanyaan, tapi menurutku beberapa pertanyaan yang mereka susun tidak efektif. Mereka mengulang banyak pertanyaan, yang sempat membuatku bingung di akhir, karena jawaban yang aku berikan ya itu itu saja.
Tapi meskipun begitu, dengan wawancara ini, aku sekalian refleksi, sebaik apa komunitas yang aku buat dan celah mana yang bisa aku perbaiki dan kembangkan lagi. Mungkin ini sebuah jalan yang Tuhan berikan, agar aku bisa berefleksi, karena selama ini ingin merefleksikan komunitasku hanya menjadi sebuah wacana saja.
Semoga sharingku bisa berguna bagi mereka, yang hasilnya akan mereka presentasikan hari ini, dan ruang ini pun bisa menjadi ruang belajar untukku.