Makin dilarang makin penasaran. Sepertinya banyak juga yang mengalami hal serupa. Terbukti bukan hanya terjadi saat ini, sudah terjadi sejak lama dan dilakukan oleh anak kecil maupun orang dewasa.
Ketika melihat atau mendengar larangan seperti “Jangan buka kotak ini!” pasti semakin penasaran dan timbul rasa ingin membuka dan langsung mengintip. "Jangan digaruk nanti luka." tapi makin dilarang, rasa gatalnya semakin besar dan keinginan untuk menggaruk semakin muncul. "Jangan makan dan minum yang manis-manis nanti bisa kambuh," tapi malah ngumpet-ngumpet mengonsumsi makanan atau minuman manis. Seperti ada rasa penasaran dan rasa ingin langsung melakukannya, dan ini jujur saja dilakukan oleh banyak orang. Aneh memang.
Ada yang menyatakan sebisa mungkin hindari kata ‘jangan’, lebih baik langsung meminta pada orang tersebut melakukan apa yang sebaiknya dilakukan. Misalnya, daripada mengucap “Jangan berisik!” lebih baik katakanlah, “Duduk tenang ya!” atau saat anak hendak membawa piring kaca padahal kita tahu anak belum mampu, biasanya langsung bilang, "Jangan! Simpan nanti pecah!" Kalimat larangannya bisa kita ganti dengan "Tolong bawanya hati-hati ya, kamu perlu pegang yang kuat supaya piringnya tidak jatuh." Tapi kalau sudah berbahaya untuk dirinya atau orang lain baik untuk kita larang. Yang pasti kita perlu tahu batasan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Batasannya selama tidak membahayakan orang lain ya boleh saja dilakukan. Kalau sudah membahayakan atau membuat orang lain tidak nyaman baik untuk dihentikan.
"Kamu Ucing @ratrikendra, giliran kamu menulis AES!"
Aku kena dari kak Pungky nih jadi UcingAES 1/9, sekarang mau kejar kak Wiwit ya..
Cara bermain ada di sini ya https://ririungan.semipalar.sch.id/smipa/group_discuss/57/ucing-aes
ahahaha siaap! 😁