AES 283 Ngobrol
joefelus
Wednesday March 2 2022, 3:07 AM
AES 283 Ngobrol

Sejak kecil saya selalu diajarkan untuk menghormati orang lain, tidak pandang bulu, baik orang besar maupun orang sederhana, pendeknya semua orang. Ayah mertua bahkan memberi contoh banyak ngobrol dengan segala macam orang bahkan di pasar tradisional, maupun tukang becak. Ayah saya selalu berkata bahwa orang-orang yang sederhana justru lebih membutuhkan perhatian daripada penguasa atau orang-orang mampu yang berdara di kelas sosial yang tinggi. Kebiasaan saya ngobrol dengan siapa saja tidak pernah pupus hingga sekarang.

Kenapa saya senang ngobrol dengan siapa saja, karena saya selalu berpendapat bahwa hidup itu sangat menarik. Ngobrol dengan berbagai kalangan bisa menyerap pengalaman mereka, mendengar cerita kehidupan mereka, bahkan belajar dari pengalaman mereka. Ini bagi saya adalah cara belajar yang paling murah dan paling menarik.

Setiap orang punya cerita! Setiap orang punya pengalaman hidup. Saya belajar banyak dari berbagai kalangan dalam masyarakat. Saya bisa mempelajari karakter banyak orang hanya dari berbagai percakapan. Disamping saya belajar, orang-orang yang saya ajak ngobrol juga mendapat banyak perhatian dan apresiasi. Saya mendapat sesuatu, mereka juga mendapat sesuatu. namanya komunikasi selalu mempunyai efek timbal balik. Bukan begitu?

"How was your new year's eve? had a good time?" Tanya saja pada seorang ibu-ibu tua yang ada di portal tempat parkir hotel, sambil menyodorkan tiket parkir kepadanya.

"Oh yes! I had a great time. Good party! I am still hanging right now!"

Saya melanjutkan mengemudi sesudah ngobrol beberapa saat dengan si ibu tua ini. Setidak-tidaknya si ibu sudah 60 tahun usianya. Bahasa Inggrisnya memang agak terbatas, saya yakin dia berasal dari Filipina karena aksesnya saya sangat familiar. Saya senyum-senyum sambil menahan tawa ketika meninggalkan lokasi parkir dan akan menjemput Nina dan Kano yang menunggu di pintu depan hotel. Si ibu itu mungkin maksudnya "I'm still having a hangover" yang maksudnya kondisi yang diakibatkan karena banyak mengkonsumsi minuman beralkohol. Itu salah satu obrolan ringan saya ketika liburan kemarin dan saya ingat betul karena si ibu parkir yang lucu.

Ngobrol dengan dengan orang lain secara random tidak susah. terus terang bahkan tidak sesulit jika saya harus ngobrol dengan anak remaja. Saya butuh banyak waktu untuk mempersiapkan diri, membaca rambu-rambu, mencari topik dan sebagainya untuk bisa berbicara dari hati ke hati dengan Kano. Itupun tidak selalu berhasil. Dengan orang asing saya justru tidak banyak masalah, selama saya tetap jeli dengan tanda-tanda. Maskudnya tanda apa? ya kita bisa melihat jestur orang tertarik atau tidak diajak ngobrol dengan membaca gerakan badan atau raut muka. Jika ada tanda yang mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak suka diganggu ya berhenti saja sampai situ sebab tidak akan ada banyak manfaat yang bisa diambil dari percakapan itu.

Yang penting harus diingat adalah, ketika orang lain atau ketika kita mendengarkan orang lain berbicara, secara langsung kita mengapresiasi orang tersebut. Kita didengarkan juga merupakan apresiasi orang lain terhadap kita. Tidak perlu selalu harus setuju dengan pendapat orang lain, tapi kita menghargai perspektifnya, itu jauh lebih penting!

Pemilihan kata juga sangat penting. Kata-kata yang kita gunakan untuk mendorong semangat orang lain akan sangat berguna dan memberikan semacam afirmasi terhadap orang-orang yang sedang menghadapi masalah.

Seperti saya katakan di atas, ngobrol dengan orang lain itu salah satu bentuk cara belajar. Ngobrol dapat membuka dan menemukan ide baru atau bahkan mendorong untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah lama mengendap. Bentuk oboral bisa menjadi sebuah katalis penyelesaian masalah di samping itu kita juga bisa bertanya, meminta pendapat dan mengeksplor banyak hal yang kita belum ketahui. ya, ngobrol itu sangat powerful. Gara-gara ngobrol kita bisa tiba-tiba menemukan ide untuk sebuah proyek atau kalau kasus saya dulu, saya jadi punya ide untuk penyusunan skripsi saya sehingga 3 bulan kemudian saya bisa selesai dan diwisuda hehehe!***

Foto: en.m.wikipedia.org