_sumber foto : pinterest
Kenapa sekarang, mendadak, dan tidak ada kesempatan menolak? Karena kesiapan diri tidak bisa diukur dengan tepat oleh diri sendiri, perlu konfirmasi orang lain. Paling tepat kisaran diri terhadap diri sendiri adalah 50% dan begitu pula dengan kisaran diri sendiri kepada orang lain pun 50% sehingga, pengukuran kesiapan diri adalah hasil penilaian diri sendiri dan orang lain. Kalau ternyata kemendadakan dan kesekarangan ini hadir saat ini, berarti saat ini lah waktunya.
Apakah dengan pemahaman, peyakinan, dan penguatan, kita membantu? Tentu tidak, kata hanyalah kata yang tanpa makna tanpa kerja menyatakannya. Seperti seorang Ibu yang membantu dengan kerja, bukan kata. Bahkan kerjanya adalah berkata kepada lingkungan tempatnya dan anaknya berada, “Ikuti saja instruksinya, tanpa banyak tanya, tanpa banyak gerutu, tanpa banyak tunda, tanpa banyak seharusnya.” Kerja bisa mencakup berkata, kata tidak mencakup bekerja.
Negosiasi adalah langkah pertama. Bukan dengan orang lain, justru dengan diri sendiri. Setiap sel memiliki memorinya sendiri, setiap jaringan memiliki polanya sendiri, dan setiap organ memiliki perilakunya sendiri. Negosiasi pertama adalah dengan mengenali ritme semuanya, menemukan harmoni untuk satu situasi. Saat ini. Logika, musika, estetika adalah negosiasi pertama yang pada titik keseimbangannya kita beri nama inner peace. Barulah memberi instruksi.
Aplikasi pemahaman dari pengalaman dan implementasi kebijaksanaan dari pengetahuan, demikianlah aksi sesungguhnya. Saking praktikalnya, tindakan itu terasa seperti sabda yang mencerahkan. Tidak melulu menenangkan, karena pencerahan seringkali menggelisahkan. Seperti mengisi wadah jus dengan air mineral biasa, di saat semua orang sedang bersukacita dan berniat menikmati sajian kuliner yang kaya rasa. Instruksi menyuguhkan air biasa jelas memancing penolakan reaktif.
Apresiasi membutuhkan kecerdasan. Makanya, kepemimpinan itu bukanlah soal bagaimana memimpin. Malahan, soal bagaimana dipimpin. Kalau tidak memiliki pengetahuan baiklah memiliki kesetiaan, kalau tidak memiliki kebijaksanaan baiklah memiliki kedisiplinan. Sehingga ketika instruksi datang, sigap melaksanakan. Memang awalnya belum tahu bahwa air biasa justru semakin memperkaya rasa hidangan kalau diminum di saat paling tepat, barulah paham setelah melaksanakan.