AES013 Memaknai Kebebasan Dalam Sudut Pandang Dadaisme
Rizalk47
Wednesday February 26 2025, 1:03 PM
AES013 Memaknai Kebebasan Dalam Sudut Pandang Dadaisme

Sejarah Singkat

Gerakan seni yang dikenal dengan sebutan Dada lahir di sebuah klub malam kecil bernama Cabaret Voltaire di Zurich, Swiss pada bulan Februari 1916. Pada masa itu perang dunia kesatu sedang berkecamuk, dan artis-artis dari berbagai daerah memutuskan untuk mengungsi di Swiss, mengingat Swiss berada pada zona yang netral, lalu mereka pun membentuk kelompok seni baru. Dadaisme lahir atas keresahan perkembangan teknologi yang amat masif, seperti produksi senjata secara massal, yang gunanya untuk menyakiti orang lain. Istilah Dada bisa diartikan sebagai bayi yang menari, dan dalam bahasa Rumania memiliki arti "iya iya". Gerakan dadaisme bisa terbilang singkat, periodenya sekitar 1916-1924, namun hingga saat ini dadaisme memiliki pengaruh besar terhadap seni-seni modern yang ada, seperti konseptual art dan performance art. 

Tokoh Dadaisme

Salah satu tokoh Dadaisme yang terkenal ialah Marcel Ducamp, dia menginisiasi konsep readyuse dalam membuat suatu karya seni, menggunakan bahan yang ada dan sering ditemui di sekitar kita, hal tersebut sungguh sangat simbolik alasannya karena dalam upaya melawan stigma bahwa seni itu hanya untuk kaum borjuis, tetapi Marcel Ducamp memiliki pemikiran yang praktis, bahwa hal apapun bisa menjadi karya seni, itulah mengapa dadaisme juga bisa dikatakan memiliki prinsip "anti-art". Salah satu karyanya yang terkenal berjudul "The Fountain", sebuah urinoir yang diberikan beberapa coretan. Sungguh sangat bebas bukan?

Memaknai Kebebasan

Kebebasan setiap manusia pasti berbeda-beda, dan aku yakin bahwa seni itu adalah tentang bagaimana menyampaikan ekspresi, dadaisme lahir atas keresahan para seniman, resah akan dunia yang begitu kacau balau, kesenjangan kelas, keserahakan pejabat, dan betapa tergesa-gesanya perkembangan teknologi. Seperti apa yang dikemukakan oleh Schneede (1973:16) dan Short (Sheppard; 1980:75) menyatakan bahwa Dada bukanlah sebuah gaya seni, melainkan penentangan yang total terhadap segala bentuk seni dan kehidupan; dan dapat disebut sebagai “proses pembersihan”, sikap terhadap sesuatu yang ada dan di kemudian hari dikembangkan kaum Surealis. Penentangan terhadap konsep segala sesuatu yang berbentuk seni dan kehidupan, menjadi individu yang bebas dan tidak terikat apapun, melawan semua hal yang membatasi dan mencapai ketidakterhinggan yang paling didambakan. 

Siapa yang tidak ingin hidup bebas? Pasti semua ingin merasakannya bukan? Segala bentuk ekspresi yang lahir dari nurani dan nalar kita sebagai manusia merupakan produk dari seni itu sendiri, dan dadaisme memfasilitasi hal tersebut, bahwasannya hal apapun bisa menjadi karya seni, tidak harus melulu hal-hal yang mahal dan mewah, coba lihat hal apa yang paling dekat dengan kita, itu bisa menjadi karya seni. Intinya dari tulisanku ini, bebas, sebebasnya, jangan terpenjara oleh stigma masyarakat manapun. Karena mengekspresikan diri bukan suatu tindakan kriminal.