Katanya, malas. Kenapa masih melakukannya?
Karena melawan malas adalah jalan termudah. Sudah jelas jalurnya kan.
Kalau begitu apa jalan tersusahnya apa?
Mencari jalur lain yang tidak diketahui saat ini. Menemukan, mengadakan, mengada-ada kan.
Waduh, itu koq rasanya memalaskan ya.
Wah, ini barusan nemu jalan mudah. Lawan rasa malas itu, udah jelas kan apa yang perlu dilawan.
Biar lebih jelas, kasih contoh dong.
Okey, misalnya nih…
Perlu surat keterangan administrasi untuk validasi pencapaian pekerjaan.
Malas kan, perlu antri lalu basa-basi lalu tunggu jadi.
Itulah jalan mudahnya, melawan malas.
Antri lah.
Basa-basi lah.
Tunggu lah.
Jalan susahnya, jadi selebritis terkenal yang ikut antrian dan taat aturan juga.
Memang, tetap mengantri dan basa-basi.
Bedanya, sekalian promosi dan pencitraan. Sesuai kerjaan kan, selebriti.
Coba bercermin, oh bukan seleb ternyata. Kalau gitu ikuti jalur biasa aja.
Lawan malas, jalan termudahnya.
Cari jalur baru yang belum terpikirkan saat ini, jalan susahnya.
Jalan tengah deh kalau gitu, gak susah gak mudah, di tengah.
Gak ada jalan tengah.
Kalaupun tetap maksa di tengah, malah jadi penghalang.
Menghambat semua orang. Me-malas-kan banyak orang deh.
Jadinya, dilawan banyakan. Atau, ditinggalin banyakan.
Gimana contohnya, makin bikin jelas?
Gak. Malah bikin makin gak jelas. Malesin.
Bagus lah, inilah jalan yang perlu dilawan. Melawan rasa malas untuk mencoba mengerti. Cobalah untuk mengerti, bukan menunggu diberi instruksi. Cobalah untuk proaktif, alih-alih menuntut inisiatif.
Kenapa bisa malas pada awalnya? Warnanya bagus ka..
🤔 mungkin,
pada awalnya adalah malas,
dan malas itu bersama-sama dengan dia,
dan malas itu adalah dia
😅 malah jadi lirik lagu (ciptaan sendiri)
Haha.. jadi kalo 'dia' datang nyanyi ya ka.. 😄