Saya belok kiri ke tempat parkir dan berhenti persis di depan pintu belakang Braiden yang langsung berhubungan dengan dapur. Tempat itu sepi sekali, hampir tidak terdengar apa-apa. Saya melihat ke sekiling tempat parkir itu, tidak ada satupun kendaraan yang saya kenal. Ada beberapa yang terparkir di sana tapi saya tidak tahu milik siapa. Tempat itu begitu sunyi. Saya langsung meraih telepon dan mengetik sebuah pesan.
"Kano, dimana kamu?"
Tidak ada jawaban. Tanda bahwa pesan saya dibaca juga tidak tampak. Saya mulai merasa terganggu. Langsung saya telepon. Tidak diangkat. Dada saya mulai panas dan rasa jengkel semakin memuncak. Telepon saya kemudian berbunyi, dari Kano! Saya angkat.
"Kamu di mana?"
"Di rumah?" jawabnya datar.
"Kenapa kamu tidak bilang?" Kata saya dengan nada tinggi.
Kano berusaha menjelaskan, tapi saat itu suasana sudah tidak tertahankan. Saya langsung matikan telepon dan meninggalkan tempat parkir dan menuju sebelah utara kampus karena saya harus menjemput Nina. Ini sore yang sama sekali tidak menyenangkan atau lebih tepat, hari ini sama sekali tidak menyenangkan bagi saya karena kondisi pekerjaan yang begitu menyebalkan.
Saya ngomel panjang lebar ketika Nina masuk ke kendaraan. Banyak hal yang saya rasakan pada saat itu, dan saya tahu Nina akan mulai dengan nasihat. Saya tidak butuh itu, langsung saya potong dan Nina tahu bahwa itu bukan saat tepat untuk berbicara. Tiba di rumah, Nina turun dan saya langsung kembali ke kampus. Saya butuh asupan endorphine, hormon bahagia agar kondisi emosi saya bisa membaik. Saya akan berolahraga!
Untungnya saya sudah berganti pakaian sejak menjelang meninggalkan kantor, jadi tiba di Gym saya langsung melakukan pemanasan, lalu berlari setidak-tidaknya lebih dari 1 kilometer, lalu mulai dengan latihan byceps, triceps dan sebagainya. Untungnya teman-teman saya sangat seru sehingga olahraga menjadi saat yang paling menyenangkan dari semua kegiatan hari ini.
Kejengkelan saya sudah dimulai sejak pagi hari ketika mengetahui salah seorang manager tidak melakukan tugasnya. Memang menurut saya dia bukan seorang manager yang kapabel. Entah kriteria apa yang dipertimbangkan oleh pihak pengambil keputusan di atas sehingga orang ini diangkat menjadi manager. Hingga pada tenggat waktu yang ditentukan pekerjaan dia belum dilakukan. Saya langsung mengerjakan tugas saya tanpa memperhitungkan unit yang dia kelola. Salah dia jika tidak melakukan tanggungjawabnya. Pekerjaan saya beres, 1 jam kemudian ada email masuk, dari manager itu. Dia baru menyelesaikan tugasnya. Itu artinya saya harus mengulang pekerjaan saya! Ubun-ubun saya berasap dan saya marah besar!
Sesudah mengalami hari yang sulit di pekerjaan, ditambah dengan perlakuan Kano, ya sudah saya harus menghindari banyak orang untuk bisa menenangkan diri dan berolahraga lebih dari 1 jam. Tangan saya hingga hampir mati rasa karena kelelahan. Saya tahu besok lengan dan dada saya akan pegal-pegal. 5 hari saya tidak berolahraga karena gym tutup dan juga tidak bisa lari ke taman sebab akhir pekan kemarin hampir selalu hujan.
Tiba di rumah sepulang berolahraga, saya memilih untuk berdiam diri. Sepertinya Kano dibisiki teman-temannya untuk sengaja tidak memberitahu saya bahwa dia bisa pulang kerja lebih awal. Biasanya saya bisa dengan gembira tertawa jika ada yang "ngerjai" atau prank. Sayang hari ini saya menjalani hari yang sulit jadi bagi saya hal yang dilakukan Kano sore ini sama sekali tidak lucu. Yah memang ada kalanya kita mengalami hari yang sulit. Itu yang menjadikan hari-hari kita tidak membosankan. Saya memutuskan untuk istirahat saja, membaca atau menonton hal-hal yang lucu, mudah-mudahan petang ini akan lebih baik. Toh secara emosi, saya sudah jauh lebih baik setelah mendapat suntikan banyak endorphine di tempat olahraga!
Foto credit: appzaps.co.uk