Pagi hari ini suhu di Gambung cukup dingin sehingga aku harus memakai jaket saat melakukan rutinitas pagi bersama kawan-kawan. Jam enam kurang aku terbangun untuk membersihkan diri sebelum melakukan rutinitas pagi seperti waktu hening dan berdoa. Suhu yang cukup dingin membuat aku sedikit menggigil. Namun hal tersebut bisa teratasi dengan waktu hening, entah mengapa saat aku melakukan waktu hening rasa menggigil bisa berkurang. Mungkin karena aku sendiri fokus saat mengontrol keluar masuknya udara sehingga rasa menggigil sedikit berkurang, kegiatan ini menjadi rutinitas kami selama di Gambung. Melakukan waktu hening pun sedikit berbeda pada biasanya.
Kami merasakan bunyi-bunyi makhluk hidup di sekitar kita. Suara burung dan tonggeret sangat terdengar jelas, namun hal ini menjadi pengalaman kami yang sangat jarang terjadi. Rutinitas pagi pun sudah kami lakukan tepat waktu, kami pun langsung bersiap untuk sarapan bersama. Menu sarapan pagi ini cukup enak. Pada hari ini kami sarapan dengan nasi goreng, seperti biasa yang piket pada hari ini harus mempersiapkan seluruh perlengkapan mulai dari bumbu-bumbu hingga media untuk memasak nasi goreng tersebut. Melihat jumlah porsi nasi goreng yang sangat banyak membuat aku ingin nambah lagi.
Walau terlalu banyak air saat pembauatn nasi, rasa nasi goreng ini tidak kalah jauh dengan nasi goreng para pedagang kaki lima. Aku sangat bersyukur karena setiap sarapan pagi dihidangkan menu-menu yang sangat special dan enak rasanya. Kegiatan pada hari ini cukup padat, pagi ini kami membantu Pak Dayat untuk membersihkan rumput-rumput liar di kebun. Pak Dayat memberi kami tiga arit yang nantinya sebagai media untuk memotong rumput liar di area kebun teh Ppm. Hal ini membuat aku lebih fokus dan berhati-hati dalam memotong rumput-rumput liar tersebut karena ketajaman arit tersebut bisa terbukti bahwa memang sangat tajam. Melihat beberapa tangkai yang cukup lebar pun sangat gampang untuk dipotong maka dari itu perlu fokus dan hati-hati ketika memotong tanaman liar di kebun teh ini.
Ingat dengan tujuan live in pada hari ini, proses pemotongan tanaman liar pun berjalan cukup lama. Kami berkegiatan dengan Pak Dayat sekitar satu setengah jam lamanya, ternyata Pak Dayat memiliki target per harinya harus menyelesaikan dua baris dari ujung ke ujung. Namun target pada hari ini sudah lebih dari cukup. Hari ini kami menghabiskan sekitar tujuh baris lebih pemotongan tanaman liar di kebun Ppm. Kami terus memegang teguh ketuntasan kegiatan selama kami live in di Gambung, bukan hanya mencoba saja namun tuntas dilakukan.
Dua jam sudah kami melakukan pemotongan tanaman liar di kebun, kami pun berpamitan ke Pak Dayat bahwa tantangan/tugas kami telah selesai. Sebelum mengakhiri kegiatan kami pun mengecek kembali apakah masih ada tanaman liar yang belum kami potong. Proses membersihkan rumput liar di kebun pun telah selesai, kami pun membersihkan diri dan beristirahat sambil menunggu kegiatan selanjutnya yaitu Workshop. Pada saat istirahat aku dan teman-teman berkumpul di kamar, akhirnya kami pun sedikit berbincang hangat dan meluangkan waktu untuk bermain kartu bersama. Sudah waktu jam makan siang, kami pun bergegas ke lumbung utama untuk makan siang bersama sebelum melakukan workshop agar memiliki tenaga yang cukup banyak saat terjun ke lapangan.
Kami sedikit terkejut melihat banyaknya antusias peserta untuk mengikuti workshop kertas pada hari ini. Acara workshop pada kali ini pun cukup baik, kami bisa menuntaskan acara ini dari awal persiapan hingga akhir. Evaluasi workshop secara kelompok pada hari ini sedikit kurang. Kami mendengarkan unek-unek dari Thania terkait keberjalanannya workshop pada hari ini. Memang jujur performa kami pada saat menjalankan workshop pada hari ini sedikit menurun.
Kami terlalu santai, beberapa anggota sedikit egois dan membuat komunikasi pun sedikit kurang baik. Masalah utama dalam workshop pada hari ini yaitu terkait masalah internal masing-masing individu. Namun yang aku rasakan pada workshop pada hari ini salah satunya yaitu kurang komunikasi antara panitia dan peserta. Memiliki kepribadian seperti aku sedikit sulit untuk berkomunikasi dengan orang-orang baru. Terkadang orang yang sudah aku kenali pun susah untuk berkomunikasi/mengungkapkan isi pikiran apalagi orang baru yang aku kenal.