Aku dapat musibah. Sepele sebenarnya karena nabrak pintu rumah. Pintu besi yang ujungnya tajam. Awalnya tidak terasa jalan saja seperti biasa tapi kok lama-lama sakit ya begitu dilihat darahnya sudah menetes sepanjang jalan tadi. Setelah dilihat lebih detail ternyata kakiku sobek, kecil sih mungkin sekitar 1-2cm tapi dalam. Sebenarnya bisa saja sih tidak dijahit tapi sembuhnya lama, luka basah, risiko infeksi, risiko bekas luka cacat dan risiko lainnya yang lebih seram. Yakin butuh dijahit dan tidak ada peralatan jahit dirumah berangkatlah ke IGD.
Dokter dan perawatnya ramah, informatif setiap langkah tindakan dijelaskan supaya aku siap mental. Sebelum disuntik obat anestesi dokternya bilang “pas disuntik obat paling sakit ya mbak” lalu kujawab “iya dok paham betul, ini ketiga kali kaki saya sobek” Dokter dan perawatnya kaget. Aku ketawa hahaha. Malah jadi bercanda. Sakitnya lumayan terlupakan. Lalu dokternya berpesan sebelum pulang “hati-hati ya mbak jangan nabrak lagi” kami pun tertawa. Sampai dirumah efek obat anestesi habis baru tuh kerasa sakit. Nyut-nyutan. Pasrah. Luka gores dikasi salep juga sembuh nah kalau sampe sobek tindakannya beda. Butuh dijahit supaya menyatu lagi. Proses dijahitnya saja membuat tambah nyeri luka yang sudah ada, belum lagi proses penyembuhannya juga masih terasa nyerinya walaupun nanti akan berangsur membaik.
Setelah dipikir-pikir luka kasat mata ini relate dengan luka batin ya. Kalau lukanya ringan mungkin bisa terobati sendiri. Luka dalam lain soal. Treatmentnya bisa jadi lebih menyakitkan daripada lukanya itu sendiri, proses penyembuhannya juga sakit tapi akan berangsur baik, ada harapan untuk pulih. Kalau dibiarkan saja tanpa treatment gimana? Sama, bisa pulih dengan berjalannya waktu. Tapi kan hidup dengan rasa sakit tidak nyaman. Belum lagi kalau lukanya berbekas tidak pulih sempurna. Interaksi sederhana dengan orang baik mungkin dapat mengalihkan sakitnya luka sesaat, tetap mengobati luka yang menjadi prioritas. Jika dirasa luka batin ini dalam, carilah pertolongan secara sadar dan berkeyakinan untuk pulih. Carilah “dokter dan perawat” terbaik versimu yang bisa membuat lukamu membaik.
Cerita ini ada side story-nya:
Pas bayar parkir Fajrin tiba-tiba ingat, Ya ampun baru inget kemarin ambil obat uang bayar parkirnya kurang 1000 jadi aku bilang petugasnya nanti bakal kesini lagi ngembaliin sisa uangnya, dia sudah bilang “ga apa-apa ga usah Pak” Padahal aku bisa bilang “oke makasih” aja ya. Sekarang beneran balik kesini nganter berobat.
Ucapan adalah doa. Janji adalah hutang.
Kita masih disayang Tuhan ya janjimu ditagih sekarang bukan diakhirat walaupun caranya begini.
Waduh... segera pulih Sanya 🙏🏼😊
Hihi terima kasih Kak!🙏