Apanya yang mengalir kalau tidak ada kemampuan, malah sibuk mengatur untuk merasa mampu saja. Apanya yang mengalir kalau tidak ada keterampilan, malah sibuk mengatur untuk merasa terampil saja. Apanya yang mengalir kalau tidak kuat dasar pijakan, malah sibuk mengatur untuk merasa kuat saja.
Bukankah seringkali untuk memasak telor ceplok yang paling benar perlu kemampuan menulis seratus kata yang menggambarkan perasaan, perlu keterampilan meregangkan badan rutin setiap pagi dan malam, dan perlu penjadwalan kuat waktu makan. Bukan sekadar pesan dari warung makan di aplikasi ponsel genggam.
Makanya di antara mengalir dan mengatur perlu ada mengalur. Apa yang dialurkan, tidak bukan adalah kemampuan, keterampilan, dan kekuatan pijakan. Karena ketiga hal itulah yang dialirkan dalam mengalirkan dan yang diaturkan dalam mengaturkan. Bukan sembarang mengalir saja atau mengatur saja.