AES 05 Musikalisasi - Ilustrasi Puisi
ratrikendra
Wednesday October 6 2021, 2:53 PM
AES 05 Musikalisasi - Ilustrasi Puisi

"Ada gadis kecil diseberangkan gerimis 
di tangan kanannya bergoyang payung 
tangan kirinya mengibaskan tangis  
di pinggir padang, ada pohon dan seekor burung."
 - Gadis Kecil, Sapardi Djoko Damono

----

Sore ini suara duk-duk tetangga depan membangun rumah bersahutan dengan lantunan Ari Reda. Irama dan lirik yang sederhana, namun sarat makna. Membantuku menyeimbangkan raga, rasa, dan pikiran yang beberapa minggu ini riuh bin kalang kabut. Lalu ingatan berkelana, masa di mana eksplorasi musik menjelajah. Daftar musisi Indonesia yang sempat menghiasi WinAmp ketika beraktivitas (iya WinAmp, bukan Spotify hehe. Saya masih menganut paham musik yang dikoleksi  - termasuk di hard disk-). Ada Efek Rumah Kaca, Payung Teduh, Sore, Silampukau, Iwan Fals, Oeslan Husein, Chrisye, juga beberapa kawan baik yang bermusik seperti Nada Fiksi dan Deu Galih. 

Kemarin saya sempat asyik mengobrol dengan Ikra, tentang bentuk karya literasi yang sedang marak saat ini. Musikalisasi puisi dan lirik yang puitis bagaikan angin segar, di tengah badai sosial media saat ini. Manusia sekarang cenderung singkat dalam menulis. Bentuk caption yang konon tak lebih dari 160 karakter, membuat kita merasa sudah cukup dengan 1-2 kalimat pendek. Isinya pun sering kali membuat geleng kepala dan resah hati. 

Minggu lalu, kami mengajak Kalun ke Gramedia. Kami berencana membelikan seorang kerabat buku puisi berilustrasi. Setelah sekian lama kami tak ke toko buku, ternyata sekarang ada banyak buku puisi-sajak ilustrasi karya anak bangsa. Beberapa ku sudah kenal, seperti Gus Candra Malik, Aan Mansyur, Sapardi Djoko Damono. Namun ternyata cukup banyak penulis muda yang mengeksplorasi format karya puisi-sajak ilustrasi saat ini, sebut saja Lala Bohang, Marchella FP, dan Annisa Rizkiana. Mereka hadir membawa nuansa baru dalam dunia literasi saat ini. 

Lalu jadi teringat masa-masa di tengah malam mendengarkan lagu, mengaitkan dengan kehidupan, mengambil satu bait lirik untuk digambar, lalu kubuat tulisan tentangnya. Sungguh mengisi diri saat itu menjalani periode kegalauan anak muda hehe. Ah, mungkin saatnya momen itu kulakukan kembali saat-saat ini.   

You May Also Like