Kemarin down, sekarang up. Kemarin up, sekarang down. Giliran, gak bisa barengan. Setidak bisa tanjakan yang menurun atau turunan yang menanjak. Kecuali, manipulasi data.
Ketika posisi sedang di atas, istilah untuk kondisi yang prima dan situasi yang mendukung cita-cita (asumsi), keinginan (ekspektasi), & harapan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan.
Tiga diantaranya, yaitu. Eh sebelum nulis tiga hal itu, catatannya adalah tulisan ini masih menggunakan intepretasi dari 11 laws of systems thinking. Tulisan kemarin juga sih.
Hmmm… tulisan-tulisan kemarin-kemarin juga sebenernya.
Sip! Lanjut. Pertama, behaviour grows better before get worse. Kesadaran ini perlu selalu nyala. Agar tidak terjadi delusi karena data termanipulasi, oleh diri sendiri.
Tindakan nyata dari kesadaran ini adalah selalu menetapkan kesepakatan bersama. Shared interest perlu jelas. Di sinilah perlu keterbukaan semuanya. Gak perlu diplomasi, perlunya negosiasi.
Kedua, cause and effect are not closely related. Maksudnya, sebab-dampak itu gak langsung. Seperti makan bubur sesendok yang sambalnya semangkok. Diare bukan dampaknya.
Itu hanya akibat, sedangkan dalam sistem yang utama adalah dampak. Bukan sekadar akibat. Dampak bubur sesendok sambal semangkok tadi apa? Perubahan kinerja nociceptor kali ya.
Ketiga, there is no blame. Segala hal yang terjadi ya memang layak terjadi, makanya perlu siap & persiapan. Prepared & ready. Caranya? Berani berubah. Bukan mengubah.
Teorinya sih begitu.
Praktiknya, ya begini 😁