Aku selalu percaya bahwa hidup adalah tentang dua pilihan: merubah atau menetap. Merubah berarti berani meninggalkan sesuatu yang tidak lagi sesuai. Sementara menetap berarti bertahan, entah karena masih ingin, masih nyaman, atau… sekadar sudah terlanjur terlalu dalam.
Aku salah satu orang yang sering terjebak dalam sunk cost fallacy, jebakan psikologis di mana kita tetap bertahan hanya karena sudah terlanjur banyak mengorbankan sesuatu waktu, tenaga, uang, atau bahkan perasaan.
Salah satu contohnya adalah ketika aku Video Call dengan salah satu member JKT48. Aku bukan mau men-judge, tapi rasanya obrolannya kaku sekali. Seperti dua orang asing yang dipaksa berbicara hanya karena sebuah transaksi. Aku berusaha tetap antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan ringan, tapi responsnya terasa biasa saja.
Di kepalaku ada dua pilihan:
Dan seperti orang-orang yang terjebak dalam sunk cost fallacy, aku memilih menetap. Bukan karena masih menikmati. Bukan juga karena merasa worth it, tapi karena otakku bilang “Udah keluar duit segini, lanjutin aja lah.”
Lucu, ya? Berapa banyak hal dalam hidup yang kita pertahankan bukan karena masih membahagiakan, tapi hanya karena kita sudah berinvestasi terlalu banyak? Hubungan yang hambar, pekerjaan yang melelahkan, pertemanan yang sudah tidak sejalan semuanya dipertahankan hanya karena kita takut rugi.
Tapi kalau dipikir-pikir, apa benar rugi? Apa benar semua yang sudah kita keluarkan jadi sia-sia? Mungkin tidak. Mungkin justru kita rugi kalau tetap bertahan di sesuatu yang tidak lagi membawa kebahagiaan. Mungkin rugi sebenarnya bukan soal kehilangan uang atau waktu, tapi kehilangan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang lebih baik.
Sejak kejadian itu, aku mulai belajar. Tidak semua yang sudah lama kita jalani harus terus kita lanjutkan. Tidak semua yang kita bayar mahal harus kita habiskan sampai habis. Kadang, pilihan terbaik bukan menetap, tapi berani merubah.
Karena hidup bukan tentang berapa banyak yang sudah kita keluarkan, tapi tentang seberapa banyak yang masih bisa kita dapatkan ke depan.