Halo teman-teman yang budiman,
“Suatu Hari.”
Itulah salah satu penggalan judul novel saya. Kalau dipikir-pikir, dua kata itu sebenarnya sederhana sekali. Pendek. Ringan. Hampir terdengar biasa. Tapi semakin lama saya menulis, semakin saya merasa...
Halo teman-teman yang budiman, entah sudah hari keberapa saya menulis novel ini. Rasanya hari-hari mulai bercampur satu sama lain. Pagi menjadi sore, sore menjadi malam, dan halaman demi halaman terus bertambah tanpa saya benar-benar sadar sudah...
Halo teman-teman yang budiman, entah apa yang harus saya banggakan. Tanpa terasa sudah genap dua minggu saya mengerjakan proyek novel ini. Dua minggu mungkin terdengar sebentar, tapi ketika seseorang hidup bersama tulisannya setiap hari, waktu...
Halo teman-teman yang budiman, dalam proses pembuatan novel saya akhir-akhir ini, saya menyadari satu hal yang mungkin terdengar kecil, tapi diam-diam terus mengganggu pikiran saya. Saya merasa cara paling tepat menyampaikan pendapat kadang justru...
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin kembali bercerita tentang sesuatu yang pernah saya tulis dahulu: liminal space. Sebuah istilah yang terdengar asing, padahal diam-diam sangat dekat dengan hidup kita. Pada intinya, liminal space...
Halo teman-teman yang budiman, pada kesempatan ini saya ingin sedikit menjelaskan mengenai proyek buku yang sedang saya kerjakan. Novel itu, ironisnya, bercerita tentang manusia-manusia yang sakit. Dan lucunya, saya yang masih seusia ini justru...
Halo teman-teman yang budiman, satu minggu ini proyek saya terus bergulir. Awalnya hanya perencanaan kecil di kepala, lalu berubah menjadi catatan, lalu perlahan menjadi sesuatu yang benar-benar harus dikerjakan. Dan sekarang saya berada di tengah...
Halo teman-teman yang budiman. Jika kemarin saya membahas soal kehilangan, maka kali ini saya ingin sedikit berbicara tentang sesuatu yang mungkin terdengar berat, padahal sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana manusia...
Halo teman-teman yang budiman, saya mau mengaku sedikit tentang ketidakdisiplinan saya akhir-akhir ini. Saya jarang menulis. Padahal biasanya, tulisan menjadi tempat saya pulang ketika banyak hal terasa terlalu ramai di kepala. Tapi beberapa...
Halo teman-teman yang budiman, sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menulis tentang musik. Tapi anehnya dari sekian banyak yang pernah saya dengar, ada satu hal yang baru benar-benar terasa tahun ini: jazz.
Saya sendiri tidak tahu pasti sejak...
Baru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama...
Halo teman-teman yang budiman, sebelum bercerita lebih jauh izinkan saya mengucapkan selamat tahun baru 2026. Semoga tahun ini lebih ramah, lebih waras, dan memberi kita cukup alasan untuk berjalan pelan tanpa harus merasa tertinggal.
Tanggal 28...
Halo teman-teman yang budiman, tanggal 27 Desember saya habiskan dengan langkah yang lebih pelan. Tidak terburu-buru, seolah tubuh dan pikiran sudah sepakat untuk berdamai dengan ritme kota.
Pagi itu kami sarapan bubur, tidak ada kisah besar di...
Halo teman-teman yang budiman, pada tanggal 26 Desember kemarin saya kembali menjejakkan kaki di kota bernama Semarang. Kota ini bukan tempat asing bagi saya, sebab dua tahun lalu saat masih kelas delapan saya pernah singgah di sini dalam sebuah...
Halo teman-teman yang budiman, seperti tahun lalu saya kembali menulis tentang ibu saya. Entah kenapa setiap Hari Ibu datang, ada semacam kewajiban tak tertulis di kepala saya: “Kamu harus menulis tentang ibu.” Bukan karena tuntutan siapa-siapa,...