Dua Puisi Selametan TP-21
adhmsm
Sunday August 17 2025, 6:05 PM
Dua Puisi Selametan TP-21

Mekarlah, Mekar

 

bersama-sama, kita

menghadap sama rendah

dengan penuh kerendahan sukma,

berlindung di bawah mendung

yang masih canggung.

 

pada satu lembah,

pada satu lembar

hari yang berulang,

kita coba menerka,

apa arti pulang,

jika kita tak lagi bisa

memaknai hangat rumah

yang membesarkan kita.

 

sementara, semesta ini

adalah satu-satunya tempat kita

menangis sedalam-dalamnya

atau berbahagia setinggi-tingginnya.

 

adakah kita masih bisa

mengenal harum dedaun

yang menanti jatuh?

adakah kita masih bisa

melihat doa yang pernah kita layangkan

pada satu titik langit yang jauh?

 

telah kita rajut

kesementaraan kita

dengan benang takdir.

hingga, sukma kita berdekatan-berdekapan.

hingga, segala yang telah menguncup

kembalilah hidup.

hingga, segala yang telah meredup

kembalilah berdegup.

 

maka mekarlah, mekar,

setitik pendar yang malu-malu

berkobar dalam dada.

 

dan semesta, terimalah derma kami,

derma yang tak seberapa ini.

 

2025

 

Doa Semesta

 

Tuhan, sembahyang kami tak seberapa

dibandingkan daun-daun yang melambai pada pepohonan.

sembahyang kami tak sekhusyuk tanah yang senantiasa tabah.

sembahyang kami tak begitu tinggi seperti awan yang berarak-beriringan.

 

Tuhan, ajarilah kami arti kemerdekaan,

merdeka dari segala pamrih,

seperti merdekanya alam yang selalu ikhlas menderma.

 

Tuhan, hidupkanlah kami kembali

dari hidup yang sebatas bisa kami ketahui.

hidupkanlah sukma yang tertidur dalam raga kami,

sukma yang kekal dalam keabadian semesta yang entah.

 

Tuhan, terimalah doa-doa kami pada pangkuan-Mu.

sementara, kami selalu percaya, tak ada tempat merebah

yang lebih tepat selain hangat pangkuan-Mu.

 

Tuhan, dari satu tempat yang dekat,

kami berserah dengan sepi kami sendiri-sendiri.

izinkan kami menghaturkan amin dengan penuh kesungguhan,

amin yang terbebas dari sombongnya jiwa-jiwa kerdil kami.

 

2025

Andy Sutioso
@kak-andy   8 months ago
Selalu asik membaca / mendengar kak Dhimas bermain kata-kata. Lebih jauh adem terasa saat mencermati makna di baliknya... 😇🙏🏼
adhmsm
@adhmsm   8 months ago
Hatur nuhun, Kak Andy. 😅🙏
You May Also Like