AES 131 Dahan Kering
leoamurist
Tuesday October 5 2021, 6:03 AM
AES 131 Dahan Kering

Satu lagi dahan kering patah, lepas dari batang jatuh bebas menuju tanah. Wajar, mengingat itu hanyalah ranting kering bukan dahan berbuah. Terbayang, bagaimana rasanya kebebasan semu itu yang seakan terbang padahal jatuh bebas. Ingat, bukan jatuhnya yang menyakitkan justru berhentinya. Saat menghantam muka bumi, berhentinya.

Satu batang banyak dahan, ada yang segar berdaun bahkan berbuah. Juga, banyak yang kering kerontang menunggu patah. Persoalannya, bukan dahan yang perlu dirawat saat mulai kering. Justru tanahnya yang perlu disuburkan agar batang memberi perkembangan pada dahan, menimimalisasi cabang mati tak ternutrisi.

Satu batang bisa bercabang, satu cabang bisa berdahan. Bisa juga tidak kalau akar tidak bermanfaat, tidak bermanfaat karena tidak kuat. Percuma tanah subur kaya gembur, kalau akar tidak tumbuh kuat karena terbiasa dimanja dalam polybag. Terlalu lama di dalam naungan pot, yang tadinya proteksi jadi isolasi. Yang sejatinya penopang, jadi alasan.

Alasan pada dasarnya adalah baik, karena itu yang menjadi dasar. Kalau kuat dan mampu menopang. Jadi bukan pada status ia bermakna, pada kekuatannya lah ia berguna. Makna tanpa guna hanya status saja. Guna tanpa makna pun hanya status saja. Untuk membenarkan keengganan, karena tidak tahu apa lagi yang perlu dilakukan.

Ternyata percuma tanah subur kaya gembur, kalau akar tidak kuat karena terbiasa manja. Batang tak berguna, karena yang dibawanya dari lahan hanya alasan. Dahan mengering patah jatuh bebas, karena tiada nutrisi mencukupi. Daun menyempit urung menyerap cahaya, bunga layu sebelum berkembang. Tiada buah, hanya keengganan.

You May Also Like