Halo teman-teman yang budiman, pada tanggal 26 Desember kemarin saya kembali menjejakkan kaki di kota bernama Semarang. Kota ini bukan tempat asing bagi saya, sebab dua tahun lalu saat masih kelas delapan saya pernah singgah di sini dalam sebuah...
Halo teman-teman yang budiman, seperti tahun lalu saya kembali menulis tentang ibu saya. Entah kenapa setiap Hari Ibu datang, ada semacam kewajiban tak tertulis di kepala saya: “Kamu harus menulis tentang ibu.” Bukan karena tuntutan siapa-siapa,...
Halo teman-teman yang budiman, maafkan saya yang baru seminggu setelah pameran ini selesai akhirnya duduk tenang dan menuliskan kesan serta pesan. Barangkali begitulah nasib orang yang pikirannya selalu melompat lebih cepat dari tubuhnya "acara...
Halo, teman-teman yang budiman. Ada satu pengakuan yang sejak lama berusaha saya simpan, mungkin karena terdengar sepele atau mungkin juga karena takut ditertawakan. Tapi tak apa biarlah hari ini ia keluar ke udara, seperti selembar kertas yang...
Halo teman-teman yang budiman, ampuni hamba yang kerap ingkar janji. Sudah lima hari lamanya saya tak menulis di sini padahal pernah berikrar di hadapan layar ini untuk lebih rajin, lebih tekun, lebih konsisten. Tapi seperti biasa, manusia memang...
Halo teman-teman yang budiman.
Sudah lama ya, rasanya seperti berabad-abad tak menulis di sini. Mohon maafkan hamba ini yang diam-diam telah berkhianat pada tinta dan kata-kata, membiarkan halaman ini berdebu seperti buku tua yang terlupakan di...
Halo teman-teman yang budiman.
Sudah tiga hari sejak saya menulis catatan terakhir. Jujur saja kondisi saya sempat menurun, tubuh seperti sedang diuji sabar: rasa tidak enak menelan, panas dingin yang datang pergi, dan cacar yang rasanya tak...
Halo teman-teman yang budiman.
Tiga minggu lalu saya menuliskan kisah ketika adik saya terbaring lemah karena cacar air. Saya merawatnya dengan hati-hati, berharap penyakit itu berhenti sampai di tubuhnya. Tapi ternyata virus itu punya jalan...
Halo teman-teman yang budiman, maaf baru menampakkan diri lewat tulisan ini. Ada kalanya kita ingin bicara, tetapi lidah terasa kelu dan jari-jari pun enggan menari di atas papan ketik. Begitulah minggu lalu dan minggu ini bagi saya. Rasanya dunia...
Halo teman-teman yang budiman. Pagi tadi, langit menumpahkan segala keruhnya. Hujan jatuh seperti utusan yang membawa alasan paling sahih bagi siapa pun yang tak ingin bergerak. Saya datang ke sekolah dengan baju lebih rapi dari biasanya. Saking...
Halo teman-teman yang budiman, saya sudah merasa letih sejujurnya. Sejak menulis “Yang Mulia” kemarin, kepala saya seperti sol sepatu tua: aus, tipis, dan siap sobek kalau dipaksa jalan lebih jauh. Tapi entah kenapa setiap kali bulan Agustus...
Halo teman-teman yang budiman, tadi sore aku duduk di teras rumah bersama om ku. Angin sore bergerak malas, menyapu daun mangga yang bergoyang pelan. Percakapan kami ah, percakapan itu rasanya seperti menusuk lambat-lambat karena yang dibicarakan...
Pagi ini Bandung seperti seorang perempuan yang bangun dengan mata sembab, entah menangis atau sekadar kurang tidur. Udara menggantung di antara hujan dan kabut, dinginnya seperti tangan yang menyentuh kulit tanpa permisi. Dari jendela, aku...
Halo teman-teman yang budiman, pagi ini ketika lampu kamar redup dan ponsel masih menyala di tangan, jempol saya berhenti pada sebuah reels Instagram. Kontennya membahas film Merah Putih: One For All yang katanya terasa turun dibanding Jumbo. Tapi...
Halo teman-teman yang budiman, kemarin saya membaca sebuah tulisan oleh Tatha. Judulnya cuma satu kata: “Merdeka?”, tapi tanda tanya di belakang itu cukup membuat saya tercekat. Tatha menulis seperti orang yang sedang duduk di warung kopi sambil...