Kebiasaan orang-orang entah sejak kapan menyalahkan cuaca ketika jatuh sakit. "Cuaca sedang jelek, banyak hujan, jangan banyak di luar nanti sakit." Itu sudah saya dengar sejak jaman kecil, mungkin jaman orang tua saya kecil juga, lalu turun menurun. Saya berusaha menghentikan ini dan tidak pernah mengatakan ini ke Kano sebab prinsip saya, bukan cuaca yang membuat sakit, tapi bagaimana kita menghadapinya. Hujan bukan penyebab pilek, buktinya para petani dan pekerja kebun mereka bisa dengan santai hujan-hujanan sambil bekerja dan mereka tidak langsung pilek esok harinya. Hujannya sendiri tidak akan membuat orang sakit, tapi tubuh yang basah dan turunnya suhu tubuh membuat manusia rentan karena sistem imunnya terganggu. Itu yang saya yakini. Apakah saya betul atau tidak, saya tidak tahu. Yang jelas saya tidak mau menulari anak saya dengan segala seuatu yang agak berbau tahayul atau hal-hal yang alasannya tidak jelas hahaha..
Pernah dengar orang tua berkata,
" Jangan mainan payung di dalam rumah nanti disambar geledek!"
Hahaha.. jaman saya kecil saya dengar hampir setiap waktu. Segala benda di dalam rumah bisa jadi mainan. Jaman kecil belum ada internet, TV juga baru ada program pada sore hari dan di rumah tidak punya TV, saya numpang tetangga kalau nonton, kadang TV tidak diyalakan jadi saya pulang dengan rasa kecewa dan berniat nanti ketika dewasa saya akan punya TV sendiri "Di Setiap Ruangan"! Itu sumpah saya karena kecewa, hanya saja kemudian paling banyak saya akhirnya cuma punya 2, untuk apa semua ruangan? Sekarang malah saya tidak punya hahahaha..
Pernah dengar ini:
"Jangan duduk di bantal, nanti bisulan!"
Saya sering bermain bantal untuk kuda-kudaan. Duduk di bantal dan ujung-ujung bantal dijadikan telinga kuda dan saya tarik sambil digoyang-goyangkan sehingga bantal maju! Itu jaman kecil yang segala seuatu bisa dijadikan mainan!
Sesudah lebih besar saya sadar bahwa bantal untuk kepala, kecuali bantal kursi, jadi memang tidak ilok untuk diduduki. Main payung di rumah kecil tentunya tidak baik karena sempit, lebih baik main di luar. Hanya memang jaman dulu orang tua kita banyak yang abusif secara fisik dan verbal hahaha.. Jadi ancaman memang seringkali lebih ampuh karena mereka tidak banyak waktu untuk mengajak bicara dan memberi penjelasan yang bernalar.
Sejak kemarin saya jatuh sakit. Sakit sederhana (hahaha.. apa pula itu) hanya radang tenggorokan dan batuk pilek. Saya tidak hujan-hujanan, karena daerah saya kemarin hanya gerimis dan sudah terlalu tua untuk bermain air hujan! Hahaha. Batuk, pilek, radang tenggorokan itu adalah gejala common cold (dikenal sebagai masuk angin atau guyonannya "enter wind" hahaha) jika yang lebih parah adalah influenza. Nah ini penyebabnya virus, bukan karena cuaca atau hujan-hujanan. Jadi kisah legendaris hujan-hujanan penyebab masuk angin itu bisa gugur. Lalu karena masuk angin, maka anginnya harus dikeluarkan dengan dikerok menggunakan uang logam juga sudah saya hentikan. Saya tidak melihat hubungannya. Jika minta dikerok lebih karena ada unsur sadomasokis, senang menyakiti tubuh hahaha, dikerok itu memang memberi kenikmatan ketika tubuh sedang hareeng atau meriang (muriang), lalu sesudah itu digosok minyak kayu putih atau balsem kemudian tidur nyenyak dan ketika bangun tubuh basah kuyup berkeringat karena demamnya sudah lewat. Jenis virus semacam itu memang akan selesai ketika masanya berakhir. Di Amerika hanya dianjurkan minum obat bebas seperti paracetamol untuk mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam. Kalau senang menghukum diri sendiri ya biarkan saja, maka akan reda dengan sendirinya. Tetap memang harus diamati, jika gejala berhari-hari, ini mungkin ada masalah yang lebih serius, wajib ke dokter.
Yang pasti juga musim hujan menyebabkan temperatur turun dan katanya membuat tubuh rentan dalam mempertahankan diri terhadap virus. Jadi lagi-lagi kalau tubuh kita memang kurang fit, sistem imunnya rendah, dan tidak mampu mempertahankan diri terhadap virus, maka kita jatuh sakit. Cuaca bisa menjadi salah satu faktor yang menambah kemungkinan kita jatuh sakit, tapi tetap penyebabnya adalah virus.
Nah, sejak kemarin saya merasakan ketidaknyamanan itu. Hidung terus berair, tenggorokan sakit dan tubuh begitu lelah. Saya butuh istirahat dan kopi harus istirahat dahulu supaya saya bisa tidur. Siang tidur, malam tidur awal dan pagi-pagi terasa lebih segar walau belum sembuh benar. Saya memilih minum sekoteng yang membuat tubuh hangat. Kebetulan saya punya sisa sekoteng instan yang saya peroleh dari acara glamping beberapa waktu lalu. Lumayan! Ternyata di dalam kemasannya sekoteng itu sudah ada kacangnya, potongan roti dan pernik-pernik lainnya, hanya saja rasa jahenya kurang kuat. Mungkin ada baiknya sebab jika tenggorokan saya ada iritasi, mungkin kurang baik jika distimuli pedasnya jahe. Ya begitulah akibatnya jika terkena enter wind, tubuh memberi petunjuk untuk istirahat, jadi itu yang saya lakukan saat ini. menikmati wedang jahe atau sekoteng. Kebetulan di luar hujan, jadi cocok. Mari kita istirahat dan menikmati hari dengan santai. Carpe diem, quam minimum credula postero! Hahahaha..
foto credit: newscast.id