AES343 Kecemasan Akan Kemasan
Andy Sutioso
Tuesday April 26 2022, 11:23 PM
AES343 Kecemasan Akan Kemasan

Hmm, sebetulnya bukan kecemasan sih - tapi supaya lebih berrima aja saya pilih judul di atas. Topiknya udah tau ya soal kemasan. Buat yang kenal saya cukup dekat pasti sudah hafal kalau saya cukup (kalau tidak bisa dibilang terlalu) peduli soal sampah. Saya sering banget mengungkap - saya kan ga butuh kemasannya. Kalau makanan, saya kan ga makan kemasannya. Kalau itu barang, saya ga pake itu bungkusnya - sebagus apapun dibuatnya. Ujung-ujungnya akan kita buang juga. Betul kan ya? 

Problemnya sekarang, dengan persaingan yang ada di dalam dunia komersial saat ini, kalau kita tidak memerhatikan kemasan, ya ga akan laku lah jualan kita. Apalagi kalau barang atau produk yang kita punya dipajang bersama-sama di rak sebuah Super Market atau Department Store, otomatis penampilan visual akan jadi senjata andalan untuk mendorong pelanggan memilih produk kita. Hmm ya ini memang masalah besar. 

Saat ini kita sering berjumpa dengan barang atau produk yang kemasan atau bungkusnya lebih mahal daripada nilai barangnya itu sendiri. Sejak kita mengelola Semi Palar Co-Op, obrolan kita sering bergeser ke sana. Sabun Cuci Piring, misalnya, kemasannya lebih mahal daripada isinya. Kan menjengkelkan ya. Kita bayar lebih mahal untuk sesuatu yang sebetulnya tidak kita manfaatkan. Tapi buat saya yang paling jadi ganjelan adalah bukan soal harganya. Buat saya jauh lebih mengkhawatirkan adalah limbah yang dihasilkan dari kemasan-kemasan tersebut. Kalaupun saya harus belanja online - saya sekarang mencari lapak di Bandung yang bisa mengirim barang instan lewat layanan kurir online supaya saya bisa menghindari kemasan yang akan digunakan - walaupun biaya ongkir bisa jadi lebih mahal. Saya berpikir ini Environmental Cost yang harus saya bayar.  

Lebih dari sepuluh tahun saya memilah sampah. Sejak pandemi, sampah yang kami hasilkan di rumah jauh lebih banyak dari sebelumnya - padahal saya sangat berupaya mengurangi sampah. Perkembangan yang paling terlihat adalah bagaimana produsen barang apapun itu jenisnya berlomba-lomba menarik minat konsumen lewat kemasan yang keren dan menurut saya semakin ke sini semakin lebay (berlebihan). Duh menjengkelkan betul. 

Kalau teman-teman melihat ke toko atau supermarket - apa yang sih tampak di dalam pandangan mata kita? Yang terlihat itu kan kemasannya dan kemasan-kemasan itu kan sampah - karena tidak kita gunakan. Jadi ya ini masalah besar (banget) buat kita semua, buat planet kita, buat masa depan anak-anak kita. Itulah kenapa saya sangat bahagia dengan bergulirnya Semi Palar CoOp, karena saya semakin bisa mengurangi sampah yang saya hasilkan, setidaknya dari produk-produk yang saya beli di CoOp.  

Photo by Hobi industri: https://www.pexels.com/photo/photo-of-woman-pushing-cart-4053267/

msetya2015
@msetyamukti   4 years ago
Belanjalah di CoOp, kemasan sudah banyak dikurangi, bahkan produk baru CoOp, sabun cuci tangan, sama seperti sabun cuci piring, bawa botol sendiri, cookies & donat saja bisa dijual oleh CoOp tanpa kemasan... Dan habisssss... Tidak perlu kemasan yang mahal & akhirnya di buang menjadi limbah...