Kehidupan berjalan terus-menerus tiap detik tanpa kita sadari. Bahkan di tiap detik itu bisa terjadi banyak hal di dunia ini. Mulai dari hal-hal yang kecil sampai yang besar. Dunia juga semakin berkembang, baik dari segi keilmuan, sosial bahkan teknologi. Dan semua itu berjalan dengan sangat cepat. Sehingga hal ini buat kita jadi merasa ‘tertinggal’, karena gak bisa mengikuti segala hal yang sedang terjadi saat ini. Terutama di era yang serba digital ini, semua informasi bisa dengan mudah dikirim dan didapatkan melalui internet. Baik itu lewat website berita online, maupun dari sosial media.
Gak heran, mulai timbul suatu istilah yang cukup populer akhir-akhir ini yaituFOMO (Fear of Missing Out).Kalian pasti pada familiar dengan istilah ini, kan? Istilah FOMO sendiri dicetuskan oleh Dr. Dan Herman pada tahun 1996, namun baru mulai populer karena penggunaan sosial media yang meningkat pada masa sekarang ini. FOMO artinya kondisi di mana seseorang merasa takut tertinggal segala informasi dan hal-hal penting, sehingga mereka selalu ingin up-to-date dengan informasi terbaru. Kalau kamu dikit-dikit ingin cek sosial media karena takut ketinggalan informasi tentang teman, artis favorit ataupun berita terkini, bisa jadi kamu sedang dalam fase FOMO. Tapi FOMO yang berlebihan akan sangat berbahaya. Hal ini karena FOMO dapat meningkatkan stres dan mempengaruhi kualitas kehidupan kamu.
Dulu sebelum aku tahu apa itu FOMO dan bahayanya apa, aku adalah seorang FOMO. Setiap pagi aku selalu cek media sosial yang ku punya, agar aku tidak ketinggalan hal/topik/berita yang sedang ramai di kalangan usiaku dan teman-temanku. Tentu saja makin kesini aku malah merasa capek. Harus cek medsos setiap waktu, liatin satu-persatu medsos orang lain, cari terus berita yang lagi hits agar tidak ketinggalan, dsb.
Agar kamu gak mengalami FOMO yang berlebihan, kamu harus kenalan dengan JOMO (Joy of Missing Out) yang merupakan kebalikan dari arti FOMO. Orang dengan kondisi ini malah lebih senang kalau misalnya mereka ‘ketinggalan zaman’.
Kamu mungkin bertanya-tanya, kok bisa ya ketinggalan zaman malah bikin lebih bahagia? Dan gimana cara menerapkannya?
Joy of Missing Out atau JOMO adalah kondisi di mana seseorang merasakan kesenangan yang diperoleh dari hidup dengan tenang tanpa merasa cemas akan melewatkan informasi penting atau kejadian menarik yang mungkin terjadi di tempat lain. Secara singkat, JOMO adalah saat dimana kamu merasa bahagia tanpa takut ketinggalan segala sesuatu yang terjadi. Kalau FOMO buat kamu jadi gampang cemas dan takut kehilangan momen penting, JOMO mengajak kamu untuk melupakan semua itu. Memikirkan sesuatu yang terjadi di luar sana bukanlah sesuatu yang harus kamu cemaskan sampai berlarut-larut dan gak wajib kamu pikirkan terus-menerus.
Bagi JOMO, overthinking tentang hal-hal yang di luar kendali kita itu gak berguna dan cuman bikin kamu jadi makin stres dan gak bahagia. Orang-orang yang menerapkan JOMO bukan berarti mereka benar-benar menghilang dan gak peduli dengan lingkungan sekitarnya, apalagi sampai gak bersosialisasi. Namun, mereka memiliki batasan-batasan tertentu agar mereka bisa tetap enjoy the life sesuai dengan keinginan mereka.
https://satupersen.net/blog/mengenali-jomo https://id.wikipedia.org/wiki/FOMO https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/fomo-adalah-ketinggalan-berita/ https://hellosehat.com/mental/apa-itu-jomo/ https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-jomo-kebalikan-fomo-yang-lebih-menyenangkan
*iklan*
Halo Warga Smipa, apa kabar!
Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order...
Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject_ , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa....
Wah sama sama penikmat satu persen nih than 😁