AES160 Menuju Festival Literasi
innocentiaine
Saturday January 28 2023, 5:31 PM
AES160 Menuju Festival Literasi

Kembali ke tatap muka penuh di semester ini, perlahan kami juga merencanakan kembali kegiatan luar kelas yang sebelum pandemi menjadi bagian dari kegiatan sekolah. Di antaranya adalah Festival Buku. Senang sekali dengan semangat para orangtua yang dulu aktif menggulirkan kegiatan ini. Bahkan sebelum rencana ini kami sampaikan, bu Mega sudah bertanya lebih dulu. Juara memang jajaran orangtua ini.. 😃 Pertemuan pertama segera dijadwalkan, untuk menindaklanjuti rencana ini. Hitungan waktu satu semester yang seolah terentang panjang, ternyata tidak seleluasa yang dibayangkan ketika semua agenda dan kegiatan sudah ditaruh. Dengan semangat dan antusiasme yang sudah mulai terbangun, mudah²an yang hanya beberapa minggu cukup waktu bersiap.

Lewat judul kegiatan, yang diganti menjadi Festival Literasi, lingkup kegiatan sedikit diperluas, dan waktu penyelenggaraan sedikit diperpanjang. Kegiatan utama tetap berpusat pada Jabawaskita, Situbucang, Pojok Dongeng dan Bursa Buku. Beberapa kegiatan terkait buku, perpustakaan dan literasi akan disinergikan. Misalnya pengumpulan buku untuk teman² kecil di Sumba yang digagas oleh teman² jenjang KPB, menata dan mengaktifkan kembali perpustakaan di Smipa, atau lokakarya menulis bersama.

Di lingkup kakak², upaya untuk menghidupkan semangat membaca juga mulai digulirkan. Karena niscaya semangat itu menular. Kemarin kakak² diminta membawa buku favorit masing², lalu berbagi cerita tentang buku tersebut. Tak hanya konten ternyata, relasi dengan buku kerap terjalin karena berbagai sebab dan alasan. Menarik sekali menyimak cerita mereka. Belum semua merasa dekat dengan buku atau kegiatan membaca. Kesukaan membaca pada banyak di antara kita terbangun karena pembiasaan dan paparan dari orangtua atau lingkungan sekitar. Beruntung mereka yang sempat mengalami senangnya membaca buku bersama orangtua, sesekali diajak berkunjung ke toko buku atau perpustakaan, apalagi yang bisa punya rutin bergelung di pangkuan ayah sambil dibacakan sesuatu, cerita dari koranpun sepertinya tak jadi masalah. Ada yang mulai tertarik pada buku saat mendapat akses ke perpustakaan besar. Ada yang awalnya hanya tertarik dan mulai membaca buku dengan genre tertentu saja, seperti buku tentang ajaran agama, atau buku tentang samurai. Tapi tak pernah terlambat untuk melebarkan bacaan. Seperti disampaikan ka Imam sebagai penutup kegiatan, buku itu menggambarkan diri kita masing². Biasanya memang ada benang merah yang mencirikan kecenderungan pribadi. Semakin beragam buku yang dibaca, otomatis semakin terbuka pula wawasan dan pribadi seseorang.

You May Also Like