Masih mengalir deras kabar-kabar yang membuat ngilu di hati. Keresahan tak berujung menjadi bagian dari keseharian. Jadi makanan sehari-hari, diet yang bikin kurus iman kalau menurut mbak Utay. Ketika sesuatu terjadi pada orang yang kita kenal, terlebih di lingkungan terdekat, diri seolah berada di dalam snow globe yang diguncang. Seketika posisi hati, tangan dan kepala berubah. Mengubah prioritas, rasa, cara pikir dan cara bersikap. Tidak ada cara untuk menghindar. Hanya bisa mengondisikan diri untuk menerima. Diam, menenangkan nafas, merasakan diri. Masih bisa bernafas tenang, melihat langit luas dan hangat warna sinar matahari, merasa hembus udara segar dan sejuk rumput di kaki, mendengar berbagai sura kehidupan di sekitar. Bersyukur untuk berkatNya hingga detik ini, lalu turut hening dan menyisipkan doa untuk semesta.
Tidak menghilangkan rasa ngilu saat teringat mereka yang tiba-tiba pergi dan keluarga yang tiba-tiba ditinggal. Tidak menghapus khawatir ketika ingat mereka yang sedang berjuang menghadapi sakit atau dampak pandemi. Tidak mengubah kenyataan yang tengah berjalan di seluruh penjuru dunia saat ini. Namun paling tidak membuat kepala, hati dan tangan lebih tenang, seperti butir-butir salju dalam snow globe yang lambat-lambat kembali ke tempat.
‘Dalam situasi seperti ini, doa apa yang terus terselip di hatimu?” tanya mbak Utay. Ruth Marbun, perupa muda yang dikenal dengan nama mbak Utay kemudian mencoba merangkai doa-doa kecil dari teman-temannya. Meski berawal dari ide iseng, karena situasi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan proyek-proyeknya. Namun ingin ia kembangkan untuk menyatukan harapan, menggemakan teriakan-teriakan tak bersuara dari relung-relung hati ke semesta. “Karena susah hatimu, mungkin susah hati kita bersama.” ujarnya. Satu dari banyak upaya yang dimunculkan dalam merespon situasi saat ini. Doa-doa kecil mungkin jadi besar karena bersama. Harapannya pun sederhana, mudah-mudahan menuliskan doa kecilmu memberi kelegaan meski di batas minimum, mudah-mudahan membaca doa kecil teman-teman, membuat yang berduka tidak merasa sendiri. Semoga..