Ketika mengembalikan buku yang dipinjam, kak Yanti memberikan gambar separuh mandala karyanya. Suka sekali, keren banget. Jadi ingin coba buat juga. Meski terlihat sederhana, bukan coretan yang dibuat dengan mudah. Bila diamati teliti, jelas terlihat butuh kesabaran dan ketekunan besar. Sepertinya memang proses yang therapeutic, menenangkan, membuat bentuk yang sama hingga satu lingkaran penuh, lalu mulai dengan lingkaran selanjutnya. Karena itu sepertinya menggambar mandala sekarang digunakan untuk terapi mengurangi anxiety, kecemasan, ketegangan, stress, untuk menemukan rasa damai.
Dalam bahasa Sansekerta, mandala berarti circle, lingkaran. Bentuk yang merepresentasikan bumi atau segala sesuatu yang bersifat duniawi. Di dalamnya terisi penuh bentuk-bentuk geometris, pola-pola simetris. Mungkin pada awalnya, atau bila dicari tahu lebih lengkap, setiap goresan garis, bentuk ataupun titik punya makna atau melambangkan sesuatu.
"Each person's life is like a mandala, a vast limitless circle. We stand in the centre of our own circle and everything we see, hear and think forms the mandala of our life." Pema Chodron
Beberapa agama seperti Budha, Hindu, mengaitkan mandala dengan perjalanan spiritual. Bentuknya juga beragam. Salah satunya adalah mandala pasir.
Ada satu hal menarik mengenai mandala pasir ini. Pada sebuah hari belajar, kak Leo bercerita tentang mandala pasir yang setiap selesai selalu dibuat dihancurkan kembali. Wow, serius? kenapa? Lalu kulihat dari beberapa dokumenter di BBC, tentang mandala pasir yang dibuat para pendeta di Tibet. Yang pasti butuh ketrampilan khusus untuk dapat menuang butiran pasir menjadi bentuk-bentuk yang rumit dan detil. Pasirnyapun mereka haluskan dan warnai sendiri. Suatu ritual khusus, di mana beberapa pendeta bekerja sama menyiapkan pola dan membuat mandala berukuran besar dari pasir berwarna. Diiringi doa, nyanyian dan tari-tarian, para pendeta menggambar dengan khusyuk, tampak seperti satu bentuk meditasi. Proses pembuatannya bisa berhari-hari hingga selesai. Setelah itu dilakukan doa dan upacara yang diakhiri dengan menyapukan pasir yang sudah membentuk mandala indah itu, hingga bertumpuk di tengah. Kemudian dibuang di sungai dengan harapan bahwa doa yang terkandung di dalamnya tersebar ke seluruh dunia. Proses membangun dan menghancurkan yang dilakukan dimaksud sebagai pengingat bahwa tidak ada yang permanen, kekal atau abadi di dunia ini. Sebuah pelajaran yang luar biasa tentang melepas keterikatan..
kak @hanief-adnadi, ini nih sekilas tentang Mandala. Kalau dicermati kata-kata yang disebut kak Ine banyak istilah matematikanya, seperti lingkaran, bentuk geometris, simetri dll. 🙏😊