145 gelaran karya
innocentiaine
Saturday June 4 2022, 5:28 PM
145 gelaran karya

Sudah 2 tahun Pendidikan, Gelaran Karya tidak dapat diselenggarakan. Sempat dicoba untuk diselenggarakan secara daring, dengan memanfaatkan ruang Ririungan. Namun sepertinya untuk karya yang melibatkan dimensi dan indrawi, ruang daring terasa kurang memfasilitasi. Sejalan dengan kegiatan tatap muka yang sudah lebih konsisten, di akhir TP ini Gelaran Karya sudah akan diadakan lagi. Senangnya.. happy Meski tentunya dengan penyesuaian dan pengaturan yang masih diperlukan untuk kondisi saat ini.

Gelaran Karya adalah salah satu kegiatan akhir tahun yang paling menarik untukku, mengacu pada Gelaran Karya yang diadakan sebelum pandemi tentunya. Berkarya sebagai kegiatan utama, selalu ada di setiap semester, setiap tema, bahkan setiap minggu. Bentuk dan ragamnya pun sangat banyak. Karya kelompok, karya individual, karya dua dimensi, karya tiga dimensi, karya tertulis, rancangan kostum, maket atau diorama, karya bahan alam, karya barang bekas, karya kerajinan tangan, dsb. Setiap kelompok punya program berkarya yang berbeda. Setiap anak juga punya ide, kemampuan / ketrampilan, minat, kesungguhan / rasa ketertantangan yang berbeda-beda saat mengerjakan, sehingga hasilnya sudah pasti unik untuk setiap anak. Ketika semua itu dikumpulkan dan ditata dalam satu rangkaian, tergambar proses pembelajaran yang telah dilalui anak-anak, juga kemampuan dan keunikan masing-masingnya. Apalagi bila berkesempatan untuk mengetahui cerita di balik proses, kerap mengundang senyum dan rasa kagum. Kadang jadi seperti lebih mengenal sisi anak yang berbeda. Itulah yang menarik dari karya. Suka, tidak suka adalah selera, preferensi individu. Namun tidak ada yang salah atau benar. Yang selalu akan dilakukan di kelas adalah mendorong anak untuk mengeluarkan upaya terbaiknya.  

Usai kegiatan di sekolah kemarin, kakak-kakak terlihat mulai bersiap. Mengeluarkan dan menata karya-karya yang sudah sejak beberapa minggu lalu diminta untuk dikumpulkan kembali. Dengan cepat suasana kelas menjadi hidup dan menarik. Bahwa sebagian proses pengerjaan masih berlangsung di rumah, dengan ketersediaan alat, bahan dan pengondisian yang tentunya berbeda-beda, juga tidak semua anak dan orangtua menyimpan karyanya setelah selesai, tentunya perlu disadari dan diterima sebagai bagian dari proses di TP ini. Semoga tetap dapat dinikmati dan bermanfaat.

You May Also Like