Untuk malam yang seperti malam-malam lain. Aku harap semua umat manusia ada dalam kesejahteraannya masing-masing. Untuk para kawan-kawanku yang sekarang sudah menjadi guru, aku harap kalian mendapatkan rezeki yang berlimpah senantiasa mencerdaskan kehidupan bangsa. Begitupun aku, kubuka tulisan ini dengan doa-doa sakti, mantra yang menurutku biasa-biasa saja namun semoga bisa menyentuh hati sanubari kita. Apa kabar hari ini dunia pendidikan? Nampaknya terlihat seperti biasa saja, segala aktifitas yang terjadi di kelas merupakan kegiatan magis yang tak nampak oleh mata yang biasa. Apakah menjadi guru adalah profesi yang mulia? Apakah menjadi guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa? Itu merupakan pertanyaan serta keresahanku.
Berita duka kini datang lagi per hari ini aku mendengar kabar guru-guru casn (calon aparatur sipil negara) pengangkatannya ditangguhkan ke bulan Oktober, ada sebagian yang sudah resign kerja karena mendapat kabar pengangkatan jabatan antara bulan April dan Mei. Coba apakah itu kebijakan atau suatu penyiksaan halus yang berbalut kebijakan. Kebijakan semestinya harus meringankan tapi kenapa ini memberatkan? Beberapa kawanku tertimpa berita duka ini, mau sampai kapan guru diperlakukan seenaknya, seakan-akan pendidikan bukan merupakan suatu investasi secara jangka panjang, khususnya untuk keberlangsungan kehidupan di negeri ini.
Lalu kini banyak suara-suara rakyat yang mengeluhkan hal tersebut, lantas apakah mereka hendak mendengarkan? Untuk apa telinga yang nampak di antara kepala, namun tidak tahu fungsinya seperti apa. Tolong untuk anda-anda yang duduk diatas kepentingan rakyat, namun anda malah menganggap kami kursi untuk diduduki sepuasnya, bukannya merangkul seperti kawan yang saling mengasihi.
Ah rupanya ini hanyalah keresahanku saja, jujur aku sedih mendengar berita tersebut. Untuk kawan-kawanku semoga kalian senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa