Sama-sama wadah air, bedanya di aliran saja. Satu berisik, satu lagi tenang. Sama-sama menampung potensi, satu bagi sekitarnya, satu lagi bagi seluruhnya.
Demikian pun, saling ketergantungan keduanya. Tak sampai laut kalau tak lewat sungai, tak ada sungai kalau tiada laut. Makanya referensi penting, untuk meletakkan sesuai tempatnya.
Pada laut tak usah lah berisik, hanya jadi candaan kedangkalan malahan. Pada sungai tak perlu mendalam, hanya jadi celetukan kesalah pahaman.
Makanya referensi penting, untuk menyadari kedalaman tak terjangkau dan menerima pembaruan tak tertahankan. Perubahan kan bukan soal mengubah, justru adalah soal berubah.