Beberapa waktu lalu, sebelum kami berangkat ke Sumba, ada sebuah bale ajar menarik dengan Kak Andy. Kita diminta untuk menulis sebuah AES berisi pertanyaan sebelum pergi ke Sumba. Dan saya membuat sebuah AES yang bertanya tentang cukup banyak hal mulai dari adat, tempat tinggal, karakter / kebiasaan orang-orang Sumba, anak-anak di Sumba, juga tentang LC sendiri dan Pak Agus. Hari ini saya ingin menjawab sebagian dari pertanyaan ini yang saya sudah temukan jawabannya.
Adat:
Asal-usul dari adat / tradisi yang saya sempat dapat info adalah pasola, sebuah tradisi dua orang menaiki kuda dan memegang lembing di tangan dan mencoba untuk mengalahkan satu sama lain. Ternyata tradisi ini adalah sebuah bentuk persembahan (tribute) ke dewa-dewa dengan darah yang jatuh menyentuh tanah. Dan ternyata juga, orang-orang disini mempunyai kepercayaan lama yang namanya Marapu (mungkin salah cara tulis). Sebuah kepercayaan "yang tak boleh disebut namanya".
Tempat tinggal:
Rumah adat Sumba memiliki beberapa tingkat dan ternyata bentuk rumahnya bisa bervariasi, tapi tetap memiliki beberapa tingkat. Mulai dari tingkat bawah yang merupakan kandang untuk hewan, lalu tingkat selanjutnya untuk orang, lalu untuk barang, dan untuk penyimpanan makanan. Ada juga sebuah teras didepan untuk menyambut tamu.
Orang-orang:
Orang Sumba sangat ramah dan sopan. Mereka juga suka membantu orang lain. Orang-orang Sumba juga ternyata memiliki toleransi yang sangat tinggi walaupun berbeda agama. Biasa yang beragama Muslim akan membantu orang beragama Katolik jika sedang ada acara, dan juga sebaliknya. Sungguh keren. Orang-orang disini juga ternyata memang cenderung lebih mementingkan acara dibandingkan keluraga. Kami mendapat cerita dari seseorang yang kami sempat bertemu malam-malam di LC saat sedang melihat bintang. Kak Ten namanya. Dia seorang guru, dan menceritakan bahwa orang-orang disini memang dengan senang hati memberi / berkontribusi untuk acara-acara adat dibandingkan untuk kebutuhan keluraga. Sungguh unik. Di Sumba juga, mereka senang memakan nasi jagung, saya sendiri juga sudah sempat mencoba setelah diberi oleh Kak Yumi. Rasanya ternyata sama dengan nasi biasa, dan kami diberi tahu bahwa nasi jagung bisa membantu membuat orang kenyang lebih lama juga. Akan tetapi saat mencoba, saya personal sih tidak terasa lebih kenyang lama mungkin makannya kurang banyak.
Anak-anak:
Anak-anak di SUmba mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi. Mereka juga mempunyai stamina yang sangat hebat, dan juga toleransi ke panas yang tinggi. Mereka bisa bermain tanpa alas kaki di teriknya matahari tanpa masalah. Mereka juga sangat senang belajar hal baru, seperti belajar bermain rubik jika belum bisa. Dan juga, mereka punya suara yang cukup keras dan lantang. Jadi kadang saya kesusahan untuk menjelaskan aturan sebuah permainan karena mereka terlalu bersemangat.
Sekian banyak pertanyaan yang saya sudah temukan jawabannya. Masih banyak lagi yang perlu di jawab semoga saya bisa terus menjawab semua pertanyaan saya, yang baru maupun yang dulu.