Saya sangat kecewa pagi ini karena ketika bangun tidur dan melihat keluar, tidak ada banyak perubahan, sama seperti hari-hari sebelumnya. Kering dan dingin, bahkan katanya pagi ini suhu hampir minus 9 Celcius. Daerah tempat saya tinggal memang sering sekali "terlewat" ketika turun hujan atau salju, mungkin karena posisinya. Tempat lain pagi ini kebanyakan tertimbun warna putih bahkan berita mengatakan di daerah-daerah tertentu salju turun hingga mencapai 12 inci, atau sekitar 30cm. Musim dingin tahun ini di Colorado memang aneh karena suhunya rata-rata lebih hangat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya bahkan memecahkan rekor terhangat entah sejak kapan, hingga belum banyak hari-hari bersalju. Hari Natal kemarin malah Kano, Nina dan saya menghabiskan siang hari berjalan kaki di seputar area tempat tinggal Kano yang banyak memiliki open space. Kano bahkan sama sekali tidak memakai jaket karena suhunya belasan derajat Celcius.
Saya menyadari benar bahwa adaptasi tubuh terhadap lingkungan sekitar lumayan cepat seperti misalnya walaupun termasuk hangat, seminggu terakhir ini saya lumayan sengsara menghadapi suhu musim dingin karena sudah terbiasa suasana daerah tropis. Kano tidak memakai jaket kemarin, tapi saya masih mengenakan kaos lengan panjang dan jaket tipis. Walau saya berharap mengalami kondisi musim dingin yang normal, saya tetap bersyukur dapat menikmati hari-hari kemarin dengan cukup nyaman terutama pada saat berjalan-jalan bertiga bersama Kano dan Nina.
"I still can't believe that you guys are here with me." Kata Kano
Kami bertiga saat itu sedang duduk di ruangan, di apartemen Kano yang hangat sambil menyaksikan sebuah filem animasi Jepang. Kano memang pencinta manga dan anime Jepang. Ruangannya penuh dengan action figures populer dari Jepang, demikian juga hiasan-hiasan dinding, di layar monitor bahkan penuh dengan permainan-permaian Jepang. Sesuatu yang saya sama sekali tidak mengerti.
Satu hal yang menjadi poin terpenting dalam liburan akhir tahun saya adalah kesempatan menghabiskan waktu bertiga. Selebihnya bagi saya semua kacau balau tidak sesuai dengan rencana. Biasa menjelang akhir tahun saya melakukan semacam refleksi, itu tidak bisa saya lakukan tahun ini karena suasana hati saya masih kacau balau. Berbagai peristiwa yang terjadi di bulan-bulan terakhir membuat saya begitu terengut dari berbagai rencana besar yang pernah saya rencanakan. Perjalanan kali ini untuk menemui Kano pun hampir gagal, baru minggu terakhir kami dapat memutuskan untuk berangkat atau tidak walau semua persiapan sebenarnya sudah kami lakukan termasuk membeli tiket perjalanan.
Natal tahun ini juga yang sebenarnya saya harapkan dapat menjadi sebuah peristiwa penting, seolah-olah lewat begitu saja. Saya telah kehilangan gregetnya dan hingga hari ini sepertinya sangat didukung oleh suasana. Tidak ada salju, kering, kadang hangat hingga mencapai suhu 20-an derajat Celcius. Aneh! Saya selama sekian tahun tinggal di sini belum pernah mengalami ini. Biasa saya selalu berpendapat bahwa keseruan Natal itu dimuai sejak masa penantian. Tahun ini saya seolah-olah "lupa" menantikan Natal, bahkan saya sama sekali kehilangan greget dalam menanti saat-saat berlibur untuk menengok Kano. Semuanya bagaikan masakan yang hambar. Tampaknya karena suasana hati yang entah mengapa, seolah-olah tersesat.
Oh well, saya tidak seharusnya mengeluh karena untuk berada di Colorado saja sudah merupakan anugerah bahwa saya masih memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Tahun lalu menjelang Natal saya malah tidak "berlibur" karena sibuk berurusan dengan tukang-tukang yang memperbaiki rumah. Tahun ini jauh lebih menyenangkan karena saya dapat melakukan kegiatan yang sangat saya sukai yaitu travelling. Pengalaman pertama mendarat di Turkiye dan mengagumi kota Istanbul bisa dijadikan sebagai sebuah pengalaman menarik, makan Doner Kebab yang luar biasa mahal itu juga menjadi semacam pengalaman seru. Melihat Kano terkejut luar biasa seperti melihat hantu ketika kami tiba-tiba muncul di tempat kerjanya, adalah momento yang sangat luar biasa. Sepertinya sangat setimpal dengan pengorbanan yang Nina dan saya sudah lakukan. Mungkin yang perlu saya ubah adalah yang ada di dalam diri saya, mulai menjauh dari suasana hati yang kurang baik dan lebih banyak fokus pada menikmati hari-hari libur saya dengan jauh lebih positif serta menemukan kembali "greget" yang sudah lama diharapkan.