AES007 Festival Literasi Pertama
firdabilqis
Tuesday November 18 2025, 11:28 AM
AES007 Festival Literasi Pertama

Beberapa kali saya ceritakan, bahwa adanya festlit TP21ini bertepatan dengan keresahan yang saya alami mengenai berkurangnya kemampuan literasi, mengingat, dan merasa. Saya yang mulanya hanya iseng mendaftar jadi panitia tanpa tahu isi acaranya seperti apa, perlahan mulai menikmati setiap pertemuanya. Merasakan semangat dari sahtu-sahutan ide dan bagaimana itu semua ditampung, divalidasi, dan ditelaah bersama segala kemungkinannya. Tidak ada yang terlalu tendensius, tidak ada yang terburu-buru, semuanya... selaras.

Saya kemudian memilih menjadi salah satu panitia Situbucang, salah satu gelaran yang paling meriah, disimpan di akhir pekan festival, dan jadi yang (sepertinya) paling dinantikan. Tidak terasa beberapa pertemuan panitia berlalu, saya juga merasakan masuk kelas dan memberi pengumuman dan menceritakan mekanisme ke anak-anak Semi Palar. Rasanya nano-nano. Bertemu anak kecil, memperkenalkan diri (hal yang dulu paling tidak saya suka), dan menyesuaikan intonasi.Β 

Satu yang tidak akan saya lupakan adalah ketika tiba saatnya buku-buku Situbucang mulai terkumpul, kami mulai menyortir, membaca cepat dan menaruh buku sesuai kategorinya. Ada hal yang tidak biasa karena entah sejak kapan saya merasa semua hal harus serba cepat, tepat, segera, dan tergesa-gesa. Sementara di momen itu, saya melihat bagaimana Bu Asti, Mba Sandra, Mba Amel bahkan Mba Marsha yang juga pemula seperti saya, tenggelam dan menikmati momen menyortir buku itu sambil sesekali melihat isinya. Saya akhirnya mencoba menurunkan bahu, mengatur nafas dan mengingat bahwa tidak semua hal harus terburu-buru. Bahkan beberapa buku yang sudah dikategorikan, dipindahkan pada saat hari H. Dan itu tidak apa-apa. Selama ini mungkin saya terlalu rigid dan kaku pada aturan. Atau mungkin juga bergelut dengan sesuatu yang tidak pasti itu memang bukan keahlian saya. (Bahkan di tulisan ini pun saya masih terlalu kaku hahaha relaxxx Firda)

Ketika akhirnya pekan Festival Literasi dimulai, sayangnya anak-anak saya sakit. Saka sempat melihat pembukaan festlit, namun saya tidak ikut mengantar hari itu karena Kian juga sedang sakit. Esoknya, Saka absen mengisi suara di Podcast Dongeng karena batuknya semakin tidak terkendali. Rabu & Kamis, Saka libur sekolah sementara saya mencuri waktu untuk ikut memilah buku dan mempersiapkan Situbucang. Hamdalah jumat kondisi anak-anak mulai membaik sehingga kami semua bisa ikut merasakan meriahnya Festlit TP21.Β 

Jumat pagi, saya dibuat takjub dengan pemandangan Jabawaskita. Pemandangan anak-anak tersebar di setiap penjuru, dengan bukunya masing-masing. Tenang, hening, dan syahdu. Saya sempatkan mengabadikan melalui foto. Ketakjuban saya belum berhenti, ketika melihat antusiasme anak-anak tiap jenjang ketika tiba gilirannya memilih buku yang bisa ia mereka bawa pulang. Setiap jenjang dengan karakteristiknya masing-masing. KB-TK yang sangat meriah, SD 5 yang sangat ekspresif, SMP & KPB yang mulai berwibawa, dan anak-anak SD Kecil & Besar yang lucu-lucu dan mulai serius memilih buku seperti sedang berbelanja di Gramedia. Sesekali mereka membolak balik halaman dan melihat bagian cover, menimbang mana yang akan diadopsi sesuai sisa tokennya. Ah pemandangan yang sangat indah, belum pernah saya temui di mana pun seumur hidup saya.

Tidak ada yang ingin saya koreksi dari pengalaman ini, termasuk absennya saya di awal pekan dan terlewatnya Mandala yang saya nantikan. Masih ada setidaknya 6 Festlit selanjutnya yang akan dengan senang hati saya taruh di agenda tahunan keluarga. Semoga ya.

Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Terimakasih Firda sudah mencatatkan pengalamannya di FestLit yg perdana... πŸ™πŸΌπŸ€—
firdabilqis
@firdabilqis   5 months ago
Dengan senang hati Kak, terimakasih sudah membuka kesempatan untuk saya dan keluarga bergabung πŸ™πŸΌ